Warga menunjukan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) saat peluncuran kartu tersebut oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kantor Pos Besar, Jakarta, Senin (3/11/2014). Peluncuran kartu tersebut ditujukan sebagai jaring pengaman sosial peralihan subsidi bahan bakar minyak. (JIBI/Solopos/Antara/Fanny Octavianus) Warga menunjukan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) saat peluncuran kartu tersebut oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kantor Pos Besar, Jakarta, Senin (3/11/2014). (JIBI/Solopos/Antara/Fanny Octavianus)
Rabu, 5 November 2014 03:50 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Solo Share :

KARTU SAKTI JOKOWI
Kartu Jokowi Geser PKMS dan BPJS, DKK Solo Belum Tahu...

Solopos.com, SOLO — Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo Siti Wahyuningsih mengaku belum menerima sosialisasi ikhwal teknis pelaksanaan program Kartu Indonesia Sehat KIS yang diluncurkan bersama dua kartu sakti lain Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (3/11/2014) lalu.

Siti Wahyuningsih mengaku tak bisa menjelaskan penerapan konsep kartu sakti Jokowi itu. Apalagi kini Pemkot Solo telah memiliki program kesehatan pemeliharaan masyarakat Solo (PKMS).

Ia mengaku tak tahu apakah PKMS masuk dalam jangkauan KIS atau tidak. Yang pasti, DKK Solo menurut Siti Wahyuningsih, masih mengalokasikan anggaran untuk PKMS pada 2015 mendatang.

Dana yang disiapkan senilai Rp22 miliar atau naik Rp1,5 miliar dari anggaran PKMS tahun ini. “Saya tunggu sajalah KIS itu seperti apa. Kalau memang mau dilebur ya siap, tapi kami tetap dulu anggarkan PKMS,” katanya.

Dia mengatakan program PKMS mulai diluncurkan sejak 2008 silam. PKMS adalah program pemeliharaan kesehatan yang diberikan oleh Pemkot kepada masyarakat Kota Solo. Tujuannya untuk memberikan jaminan pemeliharaan kesehatan bagi masyarakat yang belum terkover asuransi kesehatan maupun Badan Pemeliharaan Jaminan Sosial (BPJS) terutama bagi masyarakat miskin.

“Ada empat tingkatan kategori warga, yakni warga sangat miskin, miskin, hampir miskin dan rentan miskin. Nah selama ini yang baru dikover Pemerintah itu yang sangat miskin dan rentan miskin, termasuk PKMS,” katanya.

Data Jumlah Peserta PKMS

Kartu Silver229.003 lembar
Kartu Gold20.230 lembar
Total249.233 lembar
Anggaran PKMS 2014Rp20,5 miliar
Anggaran PKMS 2015 disiapkanRp22 miliar

Sumber: Diolah dari hasil wawancara (isw)

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…