Massa yang menamakan diri Masyarakat Bersama Antikorupsi melakukan aksi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Jumat (3/10/2014). Unjuk rasa yang diikuti puluhan orang itu mendesak pemerintahan yang dipimpin calon presiden dan calon wakil presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) mendatang merealisasikan janjinya menciptakan pemerintahan bersih dan berani melakukan pemberantasan korupsi tanpa kompromi. (JIBI/Solopos/Antara/Wahyu Putro A.) Demonstrasi Masyarakat Bersama Antikorupsi, Jumat (3/10/2014). (JIBI/Solopos/Antara/Wahyu Putro A.)
Rabu, 29 Oktober 2014 05:50 WIB JIBI/SOLOPOS/Antara Hukum Share :

KASUS GLA
Rina Miliki Banyak Rekening

Massa yang menamakan diri Masyarakat Bersama Antikorupsi melakukan aksi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Jumat (3/10/2014). Unjuk rasa yang diikuti puluhan orang itu mendesak pemerintahan yang dipimpin calon presiden dan calon wakil presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) mendatang merealisasikan janjinya menciptakan pemerintahan bersih dan berani melakukan pemberantasan korupsi tanpa kompromi. (JIBI/Solopos/Antara/Wahyu Putro A.)

Demonstrasi Masyarakat Bersama Antikorupsi, Jumat (3/10/2014). (JIBI/Solopos/Antara/Wahyu Putro A.)

Solopos.com, SEMARANG—Mantan Bupati Rina Iriani, terdakwa kasus penyimpangan dana subsidi perumahan Griya Lawu Asri Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, tercatat memiliki banyak rekening di dua bank yang berbeda.

Hal tersebut diungkapkan saksi-saksi yang dihadirkan dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Selasa (28/10/2014).

Kepala Bank Mandiri Cabang Pembantu Palur, Karanganyar, Teguh Wiyono mengatakan Rina memiliki tujuh rekening di bank tersebut di mana lima di antaranya merupakan deposito.

Rekening-rekening tersebut, lanjut dia, tidak hanya menyimpan uang dalam mata uang rupiah, namun juga dolar Amerika Serikat.

Bahkan, menurut dia, salah satu rekening deposito terdakwa tersebut berisi uang US$10.000. “Saat ini sudah diblokir atas permintaan kejaksaan,” katanya.

Ia mengungkapkan dua anak Rina Iriani juga tercatat memiliki sejumlah rekening di Bank Mandiri. Tabungan milik anak Rina, masing-masing Hendra Prakasa dan Wijaya Kusuma Ari Asmara tersebut juga terdiri atas beberapa rekening.

Uang Rina juga tersimpan di Bank BCA. Hal tersebut didasarkan atas kesaksian petugas layaanan konsumen Bank BCA Cabang Utama Solo Wahyu Nur Cahyawati.

Ia menuturkan Rina memiliki tiga rekening di bank tersebut yang juga terdiri atas mata uang rupiah dan dolar.”Rekening ini sudah diblokir atas permintaan kejaksaan,” katanya dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketau Dwiarso Budi ini.

Dalam sidang yang bertujuan untuk mengatahui aliran dana terkait tindak pidana pencucian uang itu juga menghadirkan pengembang perumahan Lor In Residence.

Di perumahan tersebut, anak Rina Iriani, Wijaya Kusuma Ari Asmara, memiliki sebuah rumah yang berdiri di atas dua kapling tanah.

Atas pernyataan sejumlah saksi yang dimintai keterangan tersebut, terdakwa Rina Iriani tidak memberikan tanggapan.

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…