Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Indonesia justru beramai-ramai menggelar unjuk rasa sesaat banyak pendukung Presiden Ketujuh Indonesia Joko Widodo dan wakilnya, Jusuf Kalla, hendak diarak sebagai inaugurasi pelantikan mereka menuju Istana Kepresiden Jakarta, Senin (20/10/2014). (JIBI/Solopos/Antara/Zabur Karuru) Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Indonesia justru beramai-ramai menggelar unjuk rasa sesaat banyak pendukung Presiden Ketujuh Indonesia Joko Widodo dan wakilnya, Jusuf Kalla, hendak diarak sebagai inaugurasi pelantikan mereka menuju Istana Kepresiden Jakarta, Senin (20/10/2014). (JIBI/Solopos/Antara/Zabur Karuru)
Selasa, 21 Oktober 2014 03:10 WIB Ahmad Baihaqi/JIBI/Solopos Solo Share :

PELANTIKAN JOKOWI-JK
Aliansi BEM Minta Jokowi-JK Penuhi Tunas Rakyat

Solopos.com, SOLO — Tepat di hari pelantikan Presiden Ketujuh Indonesia Joko Widodo dan wakilnya, Jusuf Kalla, Senin (20/10/2014), puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasisiwa (BEM) Soloraya menggelar unjuk rasa di Bundaran Gladak, Solo, Jawa Tengah. Aksi semacam itu bukan monopoli mahasiswa Solo, di Jakarta pun Aliansi Mahasiswa Indonesia menggelar aksi serupa di tengah massa yang menyambut arak-arakan Jokowi-JK menuju Istana Kepresidenan Jakarta.

Di Solo, para mahasiswa demonstran meminta presiden baru Indonesia menyelesaikan Tuntutan dan Aspirasi (Tunas) Rakyat. Koordinator Lapangan Demonstran, Doni Wahyu Prabowo, mengatakan aksi tersebut digelar dalam rangka pelantikan presiden dan wakil presiden, Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Doni menuturkan Tunas Rakyat tersebut dicetuskan saat Rakernas BEM se-Indonesia di Bali. Menurut dia Tunas Rakyat tersebut harus diselesaikan pemerintahan yang baru. “Ada tujuh poin yang ada dalam Tunas Rakyat tersebut. Tema dari aksi ini adalah Solo Menantang Jokowi-JK,” ujar dia saat ditemui wartawan di sela-sela aksi, Senin.

Doni menambahkan tujuh poin itu berupa, menyelesaikan kasus Bank Century dan menyelenggarakan pemerintah yang bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Kedua, menuntut Jokowi-JK menjalankan amanat reforma agraria. Ketiga adalah renegoisasi semua blok tambang dan migas yang dikuasai pihak asing, sedangkan poin keempat adalah menyelamatkan perekonomian dalam persaingan pasar bebas AEC.

“Yang kelima memperbaiki sistem BPJS, keenam menjamin adanya pendidikan gratis mulai dari SD sampai S1, dan yang terakhir meningkatkan pengawasan kualifikasi, pemberangkatan, dan jaminan perlindungan tenaga kerja indonesia (TKI),” beber dia.

BEM Gabung KAMMI
Pantauan Solopos.com di lokasi unjuk rasa itu, puluhan mahasiswa tersebut berasal dari beberapa perguruan tinggi di Soloraya. Selang beberapa menit melakukan aksi, Aliansi BEM Soloraya tersebut bergabung dengan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang juga melakukan aksi serupa.

Seorang peserta aksi, Gilangga Rendi, menuturkan karena tujuan aksi yang sama maka Aliansi BEM Soloraya dan KAMMI. Menurut dia, mereka sama-sama mengharapkan Jokowi menjalankan janji-janjinya ketika berkampanye.

“Pada intinya kami mendukung pemerintahan yang baru, yakni Jokowi-JK. Namun kami meminta Jokowi berkomitmen sesuai yang dijanjikan beliau ketika berkampanye serta meminta pemerintahan yang baru untuk menyelesaikan poin-poin yang ada di Tunas Rakyat,” kata dia.

Rendi menambahkan aksi serupa juga dilaksanakan di Jakarta dan berusaha meminta Jokowi untuk menandatangani kesiapan menyelesaikan Tunas Rakyat. Menurut dia Tunas Rakyat itu sudah dicetuskan oleh Aliansi BEM se-Indonesia pada bulan Mei sebelum Pilpres untuk membawa Indonesia yang lebih baik.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…