News
Selasa, 19 Agustus 2014 - 12:15 WIB

MUSIM HAJI 2014 : Suhu 40 Derajat Celsius Adang Calhaj Tahun Ini

Redaksi Solopos.com  /  Rohmah Ermawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Aktivitas ibadah di dalam Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi.(JIBI/SOLOPOS/Reuters)

Solopos.com, JAKARTA – Mulai awal September 2014, kloter pertama calon jemaah haji (calhaj) dari Indonesia mulai diberangkatkan. Kementerian Kesehatan menyatakan cuaca musim haji tahun ini diperkirakan akan cukup panas, lebih dari 40 derajat Celsius.

“Musim Haji tahun ini diperkirakan cuaca akan cukup panas. Suhu dapat lebih dari 40 derajat Celcius dan kelembapan pun rendah, dapat di bawah 30 persen,” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama dalam keterangan tertulis, Senin (18/8/2014).

Advertisement

Tjandra mengatakan, cuaca tersebut diperkirakan akan mengganggu kenyamanan dan mungkin juga kesehatan para jemaah haji di sana. Ada tujuh anjuran bagi jemaah haji asal Indonesia dalam menghadapi cuaca panas di Tanah Suci.

1. Sejak sekarang, sebelum berangkat, maka persiapkan diri dan selalu lakukan PHBS dengan cara makan bergizi, olahraga, dan lainnya. Ini supaya daya tahan tubuh terjaga?. Dapat juga melatih diri sejak sekarang untuk berjalan kaki di siang hari di Indonesia, sebagai bagian dari penyesuaian diri dengan suasana di Arab Saudi nantinya.

2. Kalau punya penyakit kronik yang sudah lama, sejak sekarang periksakan diri dan makan obat yang diperlukan sesuai anjuran petugas kesehatan. Beri prioritas untuk periksa kesehatan secara intensif sekarang.

Advertisement

3. Ketika di tanah suci nanti, maka harus banyak minum, sedapatnya setiap jam minum setidaknya satu gelas.

4. Perbanyak konsumsi buah-buahan yang banyak dijumpai di Mekkah, Madinah dan lain-lain.

5. Gunakan payung untuk melindungi diri.

Advertisement

6. Handuk kecil dan semprotan air juga perlu selalu dibawa dan sering-sering digunakan.

7. Perlu banyak berisitirahat, jangan terlalu memaksakan diri. Persiapkan diri maksimal untuk menghadapi puncak ibadah haji, yaitu wukuf di Arafah dan mabit di Mina.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif