Teknologi
Selasa, 22 Juli 2014 - 07:00 WIB

PENEMUAN BARU : Lukisan 4.300 Tahun Ditemukan di Makam Pendeta Mesir Kuno

Redaksi Solopos.com  /  Septina Arifiani  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Lukisan dinding kehidupan Mesir kuno (dailymail.co.uk)

Solopos.com, SOLO – Sebuah lukisan dinding berusia 4.300 tahun ditemukan di dalam area permakaman pendeta Mesir kuno. Lukisan yang menggambarkan kehidupan di masa ribuan tahun silam itu ditemukan sekitar 300 meter dari sebelah timur Piramida Giza.

Lukisan tersebut ditemukan bersama dengan patung-patung peninggalan peradaban Mesir kuno yang mengisyaratkan bahwa makam tersebut merupakan milik orang terpandang. Makam itu diperkirakan dibangun sekitar tahun 1450-2350 SM atau dari masa pertengahan hingga akhir peradaban Mesir kuno.

Advertisement

Dikutip Solopos.com, Senin (21/7/2014) dari Daily Mail, makam semacam ini diciptakan untuk seseorang yang memiliki poisisi penting di kerajaan pada peradaban Mesir kuno sekitar 2650-2150 SM yang juga merupakan tahun ketika piramida Giza dibangun.

Meskipun arkeolog menemukan makam tersebut pada abad ke-19, tapi penemuan lukisan dinding tersebut merupakan sebuah penemuan baru. Oleh karenanya, peneliti menganggap penemuan ini merupakan suatu kejutan yang sangat menarik para peneliti mengupasnya lebih dalam.

“Penemuan ini adalah sebuah kejutan nyata yang berasal dari kerajaan Mesir kuno, tim peneliti akan merilis gambar lebih lanjut dalam beberapa pekan ke depan,” ujar salah seorang anggota tim peneliti, Maksim Lebedev dari Universitas Negeri Rusia kepada Live Science.

Advertisement

Meskipun hanya tersisa 30 persen, tapi peneliti mampu mengungkap kembali adegan yang kehidupan yang digambarkan dalam lukisan tersebut dengan sedikit sentuhan makna simbolis. Makam pendeta bernama Persaneb tersebut selama berabad abad lalu memang telah ditemukan tapi lukisan dinding tersebut baru saja ditemukan karena tertutup oleh debu dan asap hitam selama berabad-abad lamanya.

Di bagian atas lukisan dinding tersebut digambarkan kapal yang tengah berlayar di Sungau Nil yang berarti kembalinya seseorang dari utara yang merupakan status tertinggi seseorang. Bagian lain dari lukisan tersebut menggambarkan kegiatan pertanian seperti membajak dan menabur benih.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif