WISATA AIR
Kali Pepe Bakal Dibantu Vegetasi

Suasana di kawasan Kali Pepe yang melintasi wilayah Kampung Kebalen, Solo. Kawasan ini akan menjadi bagian dari proyek penataan lingkungan Kali Pepe yang akan dijadikan kawasan wisata air dengan pembangunan instalasi pengolah limbah cair untuk menjaga kebersihan sungai, pembangunan jalur hijau, pedestrian dan ruang publik lainnya. (JIBI/SOLOPOS/Sunaryo Haryo Bayu)Suasana di kawasan Kali Pepe yang melintasi wilayah Kampung Kebalen, Solo. Kawasan ini akan menjadi bagian dari proyek penataan lingkungan Kali Pepe yang akan dijadikan kawasan wisata air dengan pembangunan instalasi pengolah limbah cair untuk menjaga kebersihan sungai, pembangunan jalur hijau, pedestrian dan ruang publik lainnya. (JIBI/SOLOPOS/Sunaryo Haryo Bayu/dok)

Solopos.com, SOLO–Pengembangan Kali Pepe sebagai sarana wisata air mulai mendapat dukungan sejumlah pihak. Beberapa perusahaan swasta telah menunjukkan komitmennya lewat pemberian corporate social responsibility (CSR). Terakhir, BNI menjanjikan bantuan berupa vegetasi atau tanaman bagi pengembangan Kali Pepe.

Assistant Vice Presiden BNI Pusat, Sakariza Qory Hermawan, saat ditemui wartawan di Loji Gandrung, Rabu (14/4/2014), mengatakan telah mendapat paparan Wali Kota, F.X. Hadi Rudyatmo, ihwal konsep wisata air Kali Pepe. Menurut Qory, BNI siap memberikan bantuan lewat CSR lingkungan yang dimiliki perusahaan.

“Kami melihat pengembangan Kali Pepe merupakan konsep baru yang layak didukung. Intinya kami komitmen selama program itu terkait dengan lingkungan,” ujarnya.

Qory mengatakan sejumlah vegetasi yang identik dengan taman kota akan digelontor untuk menghijauan kawasan Kali Pepe. Elemen vegetasi di antaranya pepohonan, perdu, semak dan tanaman penutup tanah. Sebagai informasi, wisata air Kali Pepe bakal didukung jalur pedestrian dan taman yang mengelilingi sungai. Wisata air juga didukung pembuatan dermaga dan perahu kecil untuk menopang konsep.

“Kami fokus membantu untuk softscape-nya (tanaman). Sedangkan untuk pembangunan fisik seperti dermaga, CSR tidak mengalokasikannya,” tutur Qory.

Lebih jauh, pihaknya siap melakukan pendampingan pascapemberian bantuan vegetasi. Hal yang sama dilakukan BNI saat membangun hutan kota di kawasan Manahan tahun 2012. Menurut Qory, pendampingan perlu agar bantuan tersebut benar-benar bermanfaat dan dijaga masyarakat. “Kami tidak sekadar memberi CSR terus lari. Upaya pemahaman lingkungan mesti diberikan agar warga punya rasa memiliki terhadap taman. Kami sadar ini bagian tersulit.”

Wali Kota menambahkan CSR lingkungan tahun ini memang diarahkan untuk menopang pengembangan Kali Pepe. Dalam waktu dekat, pihaknya akan berkoordinasi dengan perbankan di Solo untuk penjajakan bantuan serupa.

“Segera kami ajak bicara untuk ikut menata Solo,” tuturnya.

Ihwal pembuatan kelengkapan wisata air seperti dermaga hingga perahu, pihaknya mengandalkan dana APBD, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo serta Kementerian Pekerjaan Umum. Penataan kawasan sungai mulai PTPN, Keprabon hingga Terminal Tirtonadi ini diperkirakan memerlukan dana hingga Rp50 miliar.

Editor: | dalam: Solo |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »