HASIL PEMILU 2014
Suara di Jateng Belum Maksimal, PDIP Tuding Karena Money Politics

Ilustrasi kampenye PDIP di Boyolali (Dok/JIBI/Solopos)Ilustrasi (JIBI/Dok)

Solopos.com, SEMARANG-Perolehan suara PDI Perjuangan pada Pemilu Legislatif 2014 di Jateng mengungguli partai politik (parpol) lainnya. Berdasarkan data hasil perolehan suara sementara yang dihimpun Solopos.com, sampai Kamis (10/4/2014), PDI Perjuangan telah meraih suara di atas 20%. Belum maksimalnya perolehan suara PDIP di Jateng menurut Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jateng, Agustina Wilujeng, diduga karena partai lain melakukan money politics.

Dari hasil penghitungan sementara yang dilakukan DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jateng perolehan suara PDI Perjuangan sebesar 20,17%, sedang dari data DPD PDI Perjuangan meraih 30%.

Peringkat kedua ditempati Partai Golkar, disusul Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), PKS, dan Partai Amanat Nasional (PAN) lihat tabel.

Ketua DPD PDI Perjuangan, Heru Sudjatmoko, merasa bersyukur pihaknya masih menjadi peraih suara terbanyak pada Pemilu Legislatif 2014.

“Alhamdulliah, PDI Perjuangan meraih suara terbanyak, sehingga Jateng masih menjadi lumbung suara,” katanya.

Keberhasilan ini, lanjut dia, berkat kerja keras dan dukungan segenap struktur partai dari DPD, DPC, DPRt, serta seluruh kader di Jateng.

Belum Sesuai Target
Meski begitu, kata Heru, perolehan suara PDI Perjuangan belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan yakni sebesar 35 persen.
Sehingga sambung dia, pihaknya akan melakukan evaluasi secara internal, guna menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

Sebab, kata Heru yang juga Wakil Gubernur (Wagub) Jateng ini, perolehan suara PDI Perjuangan di Jateng merupakan salah satu penyangga suara partai secara nasional. ”Kami akan melakukan koreksi penyebab perolehan suara Pemilu Legislatif belum sesuai target, berakti masih kurang maksimal dalam bekerja, sehingga Pilpres mendatang harus bekerja lebih maksimal,” ungkapnya.

Sementara, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jateng, Agustina Wilujeng menambahkan belum maksimalnya perolehan suara karena diduga adanya praktik politik uang dilakukan partai lain. ”Praktik politik uang [maney politcs] terjadi di sejumlah daera. Kader kami di daerah sempat menangkap dan mengamankan uang tersebut,” ujar dia.

Sementara, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW PKS Jateng, Hadi Santoso, mengatakan perolehan suara memang belum sesuai harapan masuk dalam tiga besar.

Kendati tidak masuk tiga besar, imbuh dia, jumlah kursi PKS di DPRD Jateng tidak akan berkurang masih 10 kursi seperti Pemilu 2009.
”Perolehan suara PKS stabil seperti pemilu sebelumnya,” kata dia.

Editor: | dalam: Politik |
Menarik Juga »