News
Sabtu, 29 Maret 2014 - 17:13 WIB

EARTH HOUR : Malam Ini Marina Bay Singapura Gelap Gulita

Redaksi Solopos.com  /  Adib Muttaqin Asfar  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Earth Hour (leftyfb.com)

Solopos.com, SINGAPURA – Kawasan pusat bisnis dan wisata di Singapura, Marina Bay, akan serempak gelap gulita pada malam nanti, Sabtu (29/3/2014). Pada malam nanti, lampu-lampu dan cahaya dari 60 ikon bangunan di sekitar Marina Bay akan serempak padam sebagai bagian dari gelaran perayaan Earth Hour 2014.

Kawan yang akan gelap gulita antara lain Marina Bay Sands, Museum Art Science, Merlion Park, Pusat Bisnis Marina Bay, Marina Barrage, Esplanade – Theatres on the Bay, tiga bangunan tertinggi di Singapura yaitu One Raffles Place, Republic Plaza, dan United Overseas Bank Plaza.

Advertisement

Seremoni mematikan lampu secara serempak tersebut merupakan bagian dari perhelatan serupa di dunia. Selain Singapura, sejumlah negara juga ikut serta dalam perayaan Earth Hour. Sejumlah bangunan ikon dunia juga akan gelap pada malam ini. Antara lain Jembatan Golden Gate di San Francisco AS, Menara Kembar Petronas di Kuala Lumpur, Menara Eiffel di Paris, Burj Khalifa di Dubai, La Cupola di San Pietro di Vatican, Serta Kremlin dan Red Square di Rusia.

Pada tahun ini, Singapura menjadi pimpinan gelaran perayaan Hari Bumi sedunia. Negeri singa ini, memulai prosesi Earth Hour pada pukul 20.30 waktu setempat.

Tercatat sebanyak 350 organisasi turut berpartisipasi mematikan lampunya dalam gelaran Earth Hour kali ini sebagai tanda komitmen mereka untuk menyelamatkan bumi.

Advertisement

Selain seremoni pemadaman lampu massal, sejumlah acara turut memeriahkan perayaan Hari Bumi di salah satu jantung Singapura ini. Antara lain pertunjukkan dari LuMen Dancers, Samba Masala, dan Invincible Diamonds Cheerleaders.

Para pengunjung juga diajak untuk unjuk kebolehan berdansa di atas Lantai Energi Energy Floors untuk menghasilkan energi listrik.

“Dengan kekuatan kolektif, Singapura dapat mendorong pelaksanaan praktek gaya hidup hijau dan berkelanjutan sambil memastikan bahwa kami tetap salah satu kota paling layak untuk ditinggali dan paling bertanggungjawab di Asia,” ujar CEO WWF-Singapura Elaine Tan.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif