Mesin sablon paling modern ditampilkan dalam Indonesia Apparel Production Expo yang digelar di Diamond Solo Convention Centre, Jumat (28/3/2014). Dalam pameran tersebut ditampilkan mesin-mesin pruduksi garmen terbaru. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos) Mesin sablon paling modern ditampilkan dalam Indonesia Apparel Production Expo yang digelar di Diamond Solo Convention Centre, Jumat (28/3/2014). Dalam pameran tersebut ditampilkan mesin-mesin pruduksi garmen terbaru. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)
Jumat, 28 Maret 2014 19:35 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos Solo Share :

INDONESIA APPAREL PRODUCTION EXPO SOLO 2014
Mesin Pembuat Jersey MU Dipamerkan di Solo

Solopos.com, SOLO — PT Samafitro Cabang Jateng dan DIY, Jumat (28/3/2014), memamerkan peranti pembuat jersey klub Manchester United (MU) dalam Indonesia Apparel Production Expo Solo 2014 di Diamond Solo Convention Center (DSCC). Pameran teknologi garmen yang digelar Jumat-Minggu (28-30/3/2014) itu diikuti 25 peserta.

“Alat inilah yang digunakan untuk membuat jersey klub Manchester United (MU). Saya tidak bergurau. Mereka [produsen jersey MU] mencetak desain menggunakan kertas. Lantas di-press menggunakan alat tertentu,” kata Account Manager PT Samafitro Cabang Jateng dan DIY, Pinto Hasnanto, saat ditemui Solopos.com di sela-sela pameran itu, Jumat.

Pinto memperkenalkan mesin digital printing khusus polyester. Mesin yang sering digunakan memproduksi jersey ini bisa mencetak berbagai motif, sebagaimana dipamerkan di stannya, yakni motif batik, bunga, hingga abstrak.

Selain Samafitro, pameran yang diselenggarakan More Media dan Printex itu diikuti PT Primelite Indonesia, PT Golden Samudera Sukses, Tracs World, Twin Star Group, Kusuma Megah Perdana, New Asia, Luca’s SPS, Singer, Indohose, PT Barunesia Jayadi, dan lain-lain. Pengunjung tidak hanya dapat menemukan mesin digital printing, tetapi juga mesin jahit, mesin bordir, mesin sablon dan lain-lain.

Pengunjung juga bakal dimanjakan dengan aneka produk pendukung produksi pakaian, seperti mesin cutting, mesin print dan cut, mesin press sablon, hingga sticker sebagai media sablon. Stan PT Primelite Indonesia misalnya menawarkan aplikasi stiker tekstil dan apparel bikinan Italia. Mereka menawarkan sekitar 30 jenis stiker sebagai bahan print and cutting. Beberapa di antaranya PS. Ekstra, PS. Stretch, dan lain-lain.

General Manager PT Primelite Indonesia, April, menuturkan stiker dapat diaplikasikan ke berbagai media, seperti sepatu, kaus, jaket, tas, topi, celana dan lain-lain. Demikian halnya bahan yang digunakan pun bermacam-macam, seperti katun, polyester, wol, jin, kulit dan lain-lain. ”Pasar sport wear di Jawa cukup besar tetapi belum banyak yang bermain. Kami pameran sekaligus mencari diler dan agen untuk memasarkan produk. Sejauh ini hanya memiliki 10 diler dan agen. Kami masih butuh 50-60 agen dan diler. Solo itu kota kreatif dan berkembang. Ini prospek besar,” ungkap dia saat ditemui Espos di stan sembari menunjukkan aplikasi stiker di beberapa produk.

Managing Director Printex, Bambang Supriyadi, didampingi Ketua Pelaksana Pameran, Verry Bakhtiar, mengklaim pameran kali pertama diselenggarakan di Indonesia. Mereka berharap mampu mendatangkan 5.000 pengunjung selama tiga hari. Bambang menuturkan pameran selanjutnya akan digelar di Surabaya, Bandung, hingga Palembang. Namun mereka enggan menyebutkan target transaksi selama tiga hari. “Ini kali pertama. Jadi pameran ini diharapkan bisa membuka peluang bisnis tekstil di Solo,” tutur dia.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.Japantech Indojaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…