Warga menghadiri peringatan 40 hari meninggalnya H.M. Lukminto di Diamond Solo Convention Center, Solo, Minggu (16/3/2014) malam. Acara yang dihadiri ribuan tamu undangan tersebut diisi dengan membaca tahlil dan Surat Yasin. (Ardiansyah Indra Kumala/JIBI/Solopos) Warga menghadiri peringatan 40 hari meninggalnya H.M. Lukminto di Diamond Solo Convention Center, Solo, Minggu (16/3/2014) malam. Acara yang dihadiri ribuan tamu undangan tersebut diisi dengan membaca tahlil dan Surat Yasin. (Ardiansyah Indra Kumala/JIBI/Solopos)
Minggu, 16 Maret 2014 21:42 WIB Hijriyah Alwakhidah/JIBI/Solopos Solo Share :

LUKMINTO MENINGGAL DUNIA
Ribuan Tamu Hadiri Peringatan 40 Hari Meninggalnya Lukminto

Solopos.com, SOLO — Sekitar 2.000 tamu dari berbagai kalangan menghadiri peringatan 40 hari wafatnya pemilik PT Sritex Tbk, HM Lukminto, di Diamond Solo Convention Center (DSCC), Minggu (16/3/2014). Sejumlah tokoh masyarakat yang merupakan sahabat Lukminto hadir, sementara tausyiah dalam acara itu disam,paikan Ketua PB NU K.H. Ahmad Hasyim Muzadi

“Beberapa sahabat dan tokoh seperti Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus Mayor Jenderal TNI Agus Sutomo, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Sunindyo, Harmoko, dan beberapa tokoh juga berkesempatan hadir pada malam ini,” ungkap General Affair PT Sritex Sri Saptono Basuki saat ditemui Solopos.com di DSCC.

Seluruh putra-putri dan cucu almarhum HM Lukminto, seperti Iwan Setiawan Lukminto dan Iwan Kurniawan Lukminto serta istri Hj.Susyana Lukminto terlihat hadir pada acara tersebut. Termasuk pejabat Muspida se-Soloraya.

Seperti diketahui, pemilik pabrik tekstil terbesar di Asia Tenggara yang telah memproduksi seragam tentara militer anggota NATO meninggal dunia di Singapura, 5 Februari silam, karena sakit. Almarhum telah dimakamkan di makam keluarga di Delingan, Karanganyar, 16 Februari.

“Walaupun kepergian beliau telah membuat kami merasa sedih dan kehilangan, namun kami melepaskannya dengan ikhlas karena kami yakin beliau akan mendapat kehidupan lain yang jauh lebih baik serta tempat terbaik di sisi-Nya,” kata Susyana Lukminto.

Rangkaian peringatan 40 hari wafatnya HM Lukminto dibuka dengan pemutaran video saat detik pertama jenazah almarhum tiba di Bandara Adi Soemarmo Solo dari Singapura hingga prosesi pemakaman. Sebelumnya kehadiran tamu juga diiringi grup musik hadrah Fatahillah dari Kartasura dan tarian sufi dari Solo.

Iwan Setiawan Lukminto pada kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih atas doa seluruh kerabat yang selalu memberikan dukungan kepada keluarga sejak almarhum wafat, hadir saat pemakaman hingga peringatan 40 hari. Iwan melanjutkan bahwa di mata keluarga, HM Lukminto adalah sosok yang membanggakan. Sosok yang dianggap penuh cinta kasih dan penuh kesabaran dalam membimbing keluarga menghadapi kehidupan.

“Beliau sosok yang kuat menghadapi cobaan dan selalu penuh semangat. Sifat ini terus membekas, dan menjadi modal yang selalu mendorong kami untuk terus membangun perusahaan Sritex,” kata Iwan.

Acara peringatan berlangsung khidmat dan ditutup dengan tausyiah dari Ketua PBNU, K.H. Ahmad Hasyim Muzadi

 

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…