Wapres Boediono (Dok/JIBI/)
Jumat, 7 Maret 2014 14:40 WIB Demis Rizky Gosta/JIBI/Bisnis Politik Share :

KASUS CENTURY
Polri Tolak Panggil Paksa Boediono

Solopos.com, JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyatakan tidak memiliki dasar hukum untuk melaksanakan permintaan Timwas Century untuk memanggil paksa Wakil Presiden Boediono.

Kapolri Sutarman mengatakan kepolisian hanya punya kewenangan memanggil atau menangkap paksa untuk kasus terkait tindak pidana yang ditangani oleh kepolisian. Dia menjelaskan sampai saat ini belum ada aturan hukum yang mengatur kewenangan Polri melaksanakan panggilan paksa yang dikeluarkan oleh institusi lain.

“Pemanggilan itu sampai sekarang belum ada aturannya, jadi kita belum bisa,” katanya di Kantor Presiden, Jumat (7/3/2014).. Selain itu, Kapolri mengaku belum melihat langsung surat panggilan paksa dari Timwas Century kepada Boediono yang ditembuskan kepada kepolisian.

Timwas Century telah dua kali melayangkan surat pemanggilan kepada Boediono yang juga mantan Gubernur BI itu untuk memberikan keterangan mengenai kasus pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) kepada Bank Century.

Tim bentukan DPR tersebut berencana memanggil Boediono untuk kali ketiga pada Mei mendatang setelah panggilan-panggilan sebelumnya diacuhkan. Surat panggilan ketiga dari Timwas Century itu ditembuskan kepada Kapolri Sutarman dengan permintaan panggilan paksa jika Boediono kembali menolak hadir di DPR.

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…