Tim SAR bersama polisi mengevakuasi mayat laki-laki yang ditemukan telah membusuk di selokan Jl. Adi Sumarmo, Klodran, Colomadu, Karanganyar, Kamis (6/3/2014) malam. Belum diketahui identitas dan penyebab kematian jasad laki-laki tersebut. (Burhan Aris Nugraha/JIBI/Solopos)
Kamis, 6 Maret 2014 22:32 WIB Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

PENEMUAN MAYAT KARANGANYAR
Dikira Bangkai Ayam, Mayat Pria Ditemukan di Selokan

Solopos.com,KARANGANYAR — Mayat pria tanpa identitas ditemukan tewas mengambang di selokan, tepatnya di depan Omah Gentong Resto dan Coffe, Jl. Adi Sumarmo, Klodran, Colomadu, Karanganyar, Kamis (6/3/2014) petang. Kondisi mayat yang sudah membusuk sempat membuatnya dikira warga sebagai bangkai ayam.

Informasi yang diperoleh Solopos.com di lokasi, Kamis, mayat tersebut kali pertama ditemukan oleh beberapa pemuda yang curiga dengan tingkah laku orang gila di sekitar selokan sekitar pukul 18.00 WIB. Orang gila tersebut tengah mencongkel sesuatu dari dalam selokan yang berbau busuk.

Gerombolan pemuda itu kemudian mengusir orang gila tersebut dan mencoba mencermati benda mengambang dalam selokan. Setelah dicongkel dengan sebilah kayu, benda yang mengambang tersebut terbalik dan terlihat kepala manusia.

Tubuh mayat itu pun terlihat mengambang hingga setengah badan. Melihat aktivitas para pemuda itu, petugas parkir Omah Gentong Resto dan Coffe, Andi alias Parjo, 30, ikut mendekati lokasi. Lokasi penemuan mayat itu pun langsung dikerumuni warga yang penasaran ingin melihat temuan mereka.

“Bau busuk itu ada sejak sehari yang lalu. Namun, saya tidak curiga karena selokan itu biasanya juga bau bangkai ayam yang mati. Apalagi, letaknya juga tidak jauh dari Pasar Klodran,” jelasnya kepada wartawan di lokasi, Kamis.

Beberapa waktu kemudian, petugas dari Polsek Colomadu datang ke lokasi. Mereka langsung menggelar olah tempat kejadian perkara. Sekitar pukul 20.45 WIB, mayat baru bisa dievakuasi dan langsung dilarikan ke RSUD dr. Moewardi Solo untuk diperiksa lebih lanjut.

Kapolsek Colomadu AKP Sodikun mengaku belum bisa menyimpulkan penyebab tewasnya korban. Pihaknya juga belum bisa menyatakan apakah korban tewas akibat dibunuh atau tidak.

“Kami belum bisa mengetahui penyebab tewasnya korban. Namun, melihat kondisi yang sudah membusuk, korban diduga tewas tiga hari lalu,” jelasnya. Korban tewas itu ditaksir berusia 40 tahun, tinggi badannya 155 cm, berambut pendek, mengenakan kaus dan celana kolor pendek berwarna cokelat.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…