Pengendara sepeda motor melintasi Jl. Solo-Jogja, tepatnya di perbatasan Tegalgondo, Klaten dengan Sawit, Boyolali, Rabu (5/3). Tepat di lokasi tersebut, terpasang baliho bergambar foto Caleg dari Partai Nasdem, Sarwoto Atmosutarno dan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. (Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos) Pengendara sepeda motor melintasi Jl. Solo-Jogja, tepatnya di perbatasan Tegalgondo, Klaten dengan Sawit, Boyolali, Rabu (5/3). Tepat di lokasi tersebut, terpasang baliho bergambar foto Caleg dari Partai Nasdem, Sarwoto Atmosutarno dan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. (Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos)
Rabu, 5 Maret 2014 20:50 WIB Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos Politik Share :

KISAH UNIK PEMILU
Ada Jokowi di Baliho Caleg Partai Nasdem, Kok Bisa?

Solopos.com, KLATEN — Ada saja manuver politik yang dilakukan para calon anggota legislatif (caleg) menjelang Pemilu 2014. Namun aksi caleg Partai Nasdem yang satu ini benar-benar tak biasa. Dalam baliho yang dipasangnya, caleg ini memasang fotonya dan gambar Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo alias Jokowi.

Salah satu baliho tersebut ada di Jl. Solo-Jogja, tepatnya di perbatasan Tegalgondo, Klaten dengan Sawit, Boyolali. Di dalam baliho tersebut terpampang foto Caleg dari Partai Nasdem, Sarwoto Atmosutarno dan Joko Widodo atau akrab dipanggil Jokowi.

Di dalam baliho tersebut, memang tidak secara gamblang menjelaskan bahwa Sarwoto adalah caleg DPR. Baliho tersebut hanya tertulis Sarwoto Atmosutarno sebagai praktisi teknologi informasi dan komunikasi. Selain itu, juga tertulis “Daftar www.apsiwatch.co.id” dan ajakan untuk mengawasi Pemilu dengan aplikasi APSI. Tepat di tengah baliho tersebut ada tulisan “Indonesia Jujur!,”.

Kendati demikian, di dalam baliho tersebut tergambar logo Partai Nasdem yang transparan dan berukuran cukup besar. Sementara di bagian bawah foto Jokowi, tertulis “Mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta”.

Ketua DPC PDIP Klaten, Agus Riyanto, mengatakan pihaknya tidak bisa menyebut bahwa itu tindakan mendompleng ketenaran Jokowi. Menurutnya, yang berhak mengomentari masalah tersebut adalah Jokowi sendiri. Selain itu, pihaknya juga berkilah bahwa DPC PDI Perjuangan tidak bisa mengambil sikap. “Kami bukannya tidak bisa mengambil sikap, namun yang berhak mengomentari masalah baliho itu adalah beliau Pak Jokowi sendiri,” jelasnya saat dihubungi Solopos.com, Rabu.

lowongan kerja
lowongan kerja indukturindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Bung Karno, Lenso, Cha Cha Cakrabirawa

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (2/6/2017). Esai ini karya Albertus Rusputranto P.A., pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah titusclurut@yahoo.co.uk Solopos.com, SOLO — Cakrabirawa adalah nama kesatuan pasukan penjaga Istana…