Salah satu potongan dalam filmThe Act of Killing (Jagal). (drafthouse.com)
Senin, 3 Maret 2014 14:10 WIB Adib M Asfar/JIBI/Solopos Politik Share :

PIALA OSCAR 2014
Gagal Raih Oscar, Sutradara The Act of Killing Dorong Revolusi di Indonesia

Solopos.com, JAKARTAThe Act of Killing (Jagal) gagal meraih Piala Oscar dalam Academy Awards 2014 yang digelar di Los Angeles, Minggu (2/3/2014) malam waktu setempat. Film yang menggambarkan rekonstruksi pembantaian orang-orang yang dituding sebagai anggota PKI di Medan, Sumatra Utara, pada 1965-1966, ini kalah dari film besutan sutradara Morgan Neville, 20 Feet from Stardom.

Meski kalah film documenter ini telah berhasil menyita perhatian dunia dengan belasan penghargaan yang diterima sang sutradara, Joshua Oppenheimer. Puncaknya, The Act of Killing (Jagal) masuk dalam nominasi peraih Oscar 2014 dan meraih penghargaan sebagai Best Documentary dari Bafta Awards 2014.

Meski demikian, publik di luar negeri lebih menyoroti tentang reaksi Indonesia atas film ini. Sehari sebelum para peraih Oscar diumumkan, media-media internasional bersuara tentang kegagalan Oppenheimer meraih tujuan terbesarnya dalam pembuatan The Act of Killing (Jagal).

“Sejauh ini, sang sutradara, Joshua Oppenheimer, belum sukses memenugi cita-cita terbesarnya, yaitu menimbulkan perdebatan di Indonesia yang bisa mendorong pemerintah menyelidiki pembantaian missal terburuk pada abad 20,” tulis New York Times, Sabtu (1/3/2014).

Oppenheimer dikabarkan khawatir jika film ini dilarang oleh lembaga sensor film Indonesia. Hal inilah yang membuatnya enggan mencoba memunculkan film ini di bioskop. Meski tidak ditayangkan di bioskop, film ini telah menarik perhatian dunia. Film ini telah diunduh lebih dari 30.000 kali pada pekan pertama sejak The Act of Killing (Jagal) tersedia di Youtube, akhir Oktober 2013 lalu. Dari angka itu, banyak di antaranya dilakukan di Indonesia.

“Cukup mudah menghapus diktator seperti Soeharto dan mengatakan kami adalah masyarakat terbuka. Namun butuh revolusi sosial untuk memaksa institusi demokratis [pemerintah] menjawab keinginan masyarakat,” kata Oppenheimer dalam wawancara dengan New York Times via telepon.

Oppenheimer pun menambahkan, “ Masyarakat Indonesia harus mengatasi ketakutan mereka dan menciptakan perubahan, terutama dengan dua kali pemilihan [Pemilu Legislatif dan Pilpres 2014] tahun ini.”

Nominasi dan Pemenang Best Documenter Feature Oscar 2014
–          The Act of Killing (Joshua Oppenheimer dan Signe Byrge Sørensen)
–          Cutie and the Boxer (Zachary Heinzerling dan Lydia Dean Pilcher)
–          Dirty Wars (Richard Rowley dan Jeremy Scahill)
–          The Square (Jehane Noujaim dan Karim Amer)
Pemenang: 20 Feet from Stardom (Morgan Neville, Gil Friesen, dan Caitrin Rogers)

Sumber: oscar.go.com

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…