Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa bersalaman dengan warga setelah mengisi kuliah subuh di Gedung Muhammadiyah, Jl. Teuku Umar, Solo, Minggu (2/3/2014). Kegiatan tersebut merupakan acara Hari Bermuhammadiyah yang digelar oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Solo. (Septian Ade Mahendra/JIBI/Solopos) Hatta Rajasa (JIBI/Solopos/dok)
Minggu, 2 Maret 2014 15:45 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Politik Share :

KASUS CENTURY
Hatta: Tidak Perlu Ada Pemakzulan Boediono

Solopos.com, SOLO — Timwas Century mengancam menggunakan hak menyatakan pendapat atas sikap Wakil Presiden (Wapres) Budiono yang tak kunjung memenuhi panggilan Timwas. Sikap itu antara lain ditunjukkan Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Chandra Tirta Wijaya. Namun, Ketua Umum PAN Hatta Rajasa menyatakan hal sebaliknya.

Menurut Hatta, tidak perlu ada pemakzulan terhadap Wakil Presiden Boediono karena proses politiknya sudah selesai. Pernyataan Hatta itu disampaikan saat ditemui wartawan seusai mengisi kuliah subuh di Balai Muhammadiyah Solo, Minggu (2/3/2014) pagi.

Hatta tak bicara banyak terkait pemanggilan Timwas Century terhadap Wapres Boediono. “Tidak perlu ada pemakzulan karena selesai proses politiknya. Memang kasus hukumnya jalan terus. Ya, silakan dikawal saja,” ujaranya sembari berjalan menuju mobil Totota Alpart di depan gedung itu.

Hatta kembali menegaskan soal pemakzulan itu supaya diserahkan saja ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sementara, saat ditanya soal kabinet bayangan Hatta justru tertawa. Hatta menegaskan kedatangan ke Solo kali ini tidak ada agenda politik.

“Hari ini, saya hanya ceramaah. Islam itu kafah, kemana-mana bisa dan tidak ada dikotomi. Saya lebih banyak bicara soal pemberdayaan masyarakat,” tukas dia.

Saat ditanya apakah PAN membutuahkan Muhammadiyah, Hatta menyatakan memang PAN itu butuh Muhammadiayah. Dia mengibaratkan PAN dan Muhammadiyah itu seperti kursi. PAN tidak bisa berdiri tanpa ada tiang atau pilarnya. Pilar yang dimaksud tidak lain adalah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang didirikan K.H. Ahmad Dahlan.

 

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…