Kondisi jalan kabupaten yang menghubungkan empat desa di wilayah Kecamatan Selogiri rusak parah, Jumat (28/2/2014).(JIBI/Solopos/Bony Eko Wicaksono)
Sabtu, 1 Maret 2014 05:30 WIB Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

JALAN RUSAK WONOGIRI
Jalan Penghubung 4 Desa Rusak Parah

Solopos.com, WONOGIRI–Jalan sepanjang 18 km yang menghubungkan antara empat desa di Kecamatan Selogiri rusak parah. Ironisnya, jalan kabupaten tersebut tak pernah dijamah oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri selama 15 tahun terakhir.

Pantauan solopos.com, Jumat (28/2/2014) menyebutkan terdapat lubang jalan di sepanjang jalan tersebut. Aspal jalan mengelupas sehingga pengendara sepeda motor harus berjalan pelan ketika melintas di jalan tersebut. Padahal jalan kabupaten tersebut akses utama yang menghubungkan empat desa di Selogiri yakni Desa Keloran, Kepatihan, Pare dan Pule.

Kaur Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Desa Pare, Selogiri, Slamet, mengatakan kondisi jalan tersebut rusak sejak 15 tahun silam. Jalan tersebut menjadi akses utama warga empat desa di Selogiri setiap hari. Tak jarang, pengendara sepeda motor terjatuh lantaran menghindari lubang jalan. “Pengendara sepeda motor kerap terjatuh karena menghindari lubang jalan. Untungnya hingga sekarang belum ada korban jiwa,” katanya, saat ditemui Espos di kantornya.

Saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi kondisi jalan sangat licin. Para pengendara sepeda motor harus berjalan pelan karena jalan bergelombang dan berlubang. Menurut dia, pihaknya kerap mendapat keluhan maupun desakan dari warga setempat untuk memperbaiki jalan tersebut. Padahal kewenangan untuk memperbaiki jalan berada di Pemkab Wonogiri karena berstatus jalan kabupaten. “Seingat saya, jalan itu terakhir kali diperbaiki pada 1999 silam. Hingga sekarang belum ada tindaklanjutnya,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pare, Kecamatan Selogiri, Sugeng, menyatakan pihaknya juga kerap mendapat laporan dari warga setempat yang mengeluhkan kondisi jalan rusak. Aspirasi tersebut pernah diungkapkan ketika musyawarah rencana pembangunan tingkat kecamatan (Musrembag) Selogiri namun belum ditindaklanjuti oleh intansi terkait.

Bahkan, pihaknya telah menemui Bupati Wonogiri, Danar Rahmanto untuk menyampaikan unek-unek maupun aspirasi terkait jalan rusak tersebut. “Saya sudah pernah matur langsung ke Pak Bupati [Danar Rahmanto] namun hingga sekarang tetap belum ada perhatian dari Pemkab Wonogiri,” jelas dia.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan melayangkan surat ke Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Wonogiri. Surat tersebut berisi permintaan agar jalan kabupaten yang menghubungkan antardesa di Kecamatan Selogiri segera diperbaiki.

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…