Ilustrasi perekaman film syur (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi (Dok/JIBI/Solopos)
Jumat, 28 Februari 2014 22:30 WIB Nadya Kurnia/JIBI/Bisnis Hukum Share :

PENJUALAN VIDEO MESUM ONLINE
Penjual Video Mesum Bantah Hasilkan Rp100 juta Per Tahun

Solopos.com, JAKARTA –Pelaku jual beli 120.000 video mesum, Deden Martakusumah, mengelak pernyataan polisi bahwa penghasilannya dari penjualan video mesum di ketiga situs yang dikelolanya mencapai Rp100 juta dalam setahun.

“Sebulan bukan Rp100 juta, tapi Rp3 juta. Bisa dicek dari barang bukti. Kalau penghasilan saya segitu, enggak mungkin saya tinggal di situ [kamar kost],” jelas Deden kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta, Jum’at (28/2/2014)

Kepada wartawan, Deden juga mengaku melakukan bisnis penjualan video porno atas dasar keisengan belaka. Dia mengelak turut memproduksi video porno yang dijualnya itu. Hasil penjualan video digunakan Deden untuk menambah uang saja.

Hingga saat ini, diketahui pelanggan yang telah mendaftar menjadi member di situs Deden berjumlah 500 orang. Namun polisi belum mengetahui apakah ada member yang masih berusia di bawah 18 tahun. “Kita ingin identifikasi apakah ada yang di bawah umur,” jelas Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol. Arief Sulistyanto, Jum’at (28/2/2014)

Arief mengatakan pihak kepolisian juga akan terus mengidentifikasi anak-anak yang menjadi aktor dalam video mesum yang dijual oleh Deden. Apabila berhasil menemukan identitas anak-anak itu, polisi akan melakukan pemeriksaan.

Deden yang merupakan seorang sarjana ekonomi dan mantan analis foreign exchange (forex) ini ditangkap polisi karena ketahuan mengelola situs mesum dan menjual video mesum yang di dalamnya melibatkan anak-anak di bawah usia 18 tahun. Polisi menemukan 120.000 video mesum dan 100 video di antaranya melibatkan anak-anak.

Di situs yang dikelolanya, Deden memasang cara-cara mendaftar menjadi member. Kepada member, Deden menawarkan paket download video dengan harga berkisar antara Rp30.000 hingga Rp800.000. Deden juga memberikan video baru secara gratis kepada member-nya.

Kepada polisi, Deden mengaku mendapatkan video-video dari situs mesum lain dan mengunduhnya secara gratis. Namun hingga saat ini polisi tetap berupaya menyelidiki penyedia video mesum itu.

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…