Masjid Agung Karanganyar (Ponco Suseno/JIBI/Solopos) Masjid Agung Karanganyar (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)
Jumat, 28 Februari 2014 05:20 WIB Ponco Suseno/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

PENCURIAN KARANGAYAR
Ditinggal Salat Subuh, 3 Sepeda Motor Dicuri

Solopos.com, KARANGANYAR –Kawanan pencuri sepeda motor nekat beraksi di kompleks Masjid Agung Karanganyar, Kamis (27/2/2014) pagi. Akibat aksi itu, tiga sepeda motor milik tiga jamaah raib sekaligus. Spontan, aksi tersebut menggemparkan puluhan jamaah salat subuh.

Informasi yang dihimpun Solopos.com di lapangan, tiga sepeda motor yang hilang itu milik jamaah Masjid Agung, yakni sepeda motor Yamaha Mio milik Susanto, warga Papahan, Tasikmadu Karanganyar; sepeda motor Yamaha Jupiter milik kelurga Khamdani, warga Kauman, Karanganyar; sepeda motor Yamaha Jupiter milik Maryono, warga Papahan, Tasikmadu.

Semula, ketiga jamaah itu salat subuh bersama 40-an jamaah lainnya di Masjid Agung. Mereka memarkir kendaraannya di depan masjid. Seusai salat, mereka ingin kembali ke rumah masing-masing. Namun, mereka tak mendapati sepeda motornya yang diparkir di halaman masjid. Tak lama kemudian, kasus ini langsung diselidiki aparat kepolisian.

“Tak ada yang mengetahui aksi pencurian ini. Soalnya saat pencurian, semuanya pada ikut salat [suasana di parkir sepi]. Para pencuri sepeda motor itu sepertinya sudah terlatih karena saat mengambil motor, tak ada suara mesin sama sekali. Aksi pencurian ini baru terjadi kali pertama,” kata penjaga Masjid Agung Karanganyar, Sukasmin, saat ditemui wartawan di Karanganyar seusai kejadian.

Sukasmin menduga, kawanan pencuri sudah mengincar sepeda motor milik jamaah jauh-jauh hari. Dilihat dari modus pencurian, pelaku kali ini lebih dari satu orang.

“Di luar kompleks masjid [sebelum salat], ada salah satu jamaah yang melihat seseorang memarkir mobil Avanza berwarna hitam. Kemungkinan, pengemudi itu satu komplotan dengan pencuri [setelah aksi pencurian, pengemudi mobil langsung pergi]. Tapi, semua keterangan sudah dilaporkan ke kepolisian,” katanya.

Ke depan, lanjut Sukasmin, penjaga masjid akan memperketat pengawasan. Dirinya tak ingin aksi pencurian terjadi lagi di masjid di masa mendatang.

“Di sini jumlah Satpam ada dua orang dan tukang parkir juga dua orang,” katanya.

Terpisah, Kapolsek Karanganyar Kota AKP Joko Waliyono mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Martireni Narmadiana, saat dimintai konfirmasi membenarkan kejadian itu.

“Korban langsung melapor ke Polres Karanganyar,” katanya.

Kasatreskrim, AKP Agus Sulistianto belum dapat ditemui karena sedang mengikuti pengajian di Mapolres Karanganyar.

“Laporan pencurian sepeda motor di Masjid Agung memang ada, tapi saat ini pak kasat baru pengajian,” kata salah satu anggota yang enggan disebut namanya.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.MICROVISION INDONESIA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…