Ilustrasi perangkat desa (JIBI/Harianjaogja.com/Dok.) Ilustrasi perangkat desa (JIBI/Harianjaogja.com/Dok.)
Jumat, 28 Februari 2014 02:15 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos Boyolali Share :

PEMOTONGAN GAJI PERDES BOYOLALI
Pemilihan Bringin Life Tanpa Lelang

Solopos.com, BOYOLALI—Pemkab Boyolali menyatakan pemilihan Bringin Life sebagai perusahaan asuransi untuk perangkat desa tanpa melalui lelang atau penunjukan. Alasannya, Bringin Life nantinya tidak bekerja sama dengan Pemkab, tapi langsung dengan tiap-tiap perangkat desa.

“Jadi ya ndak ada kerja sama atau lelang atau penunjukkan. Hubungannya nanti kan pihak asuransi langsung dengan perangkat desa,” ujar Kabag Pemdes Setda Boyolali, Purwanto, saat dihubungi solopos.com, Kamis (27/2/2014).

Purwanto membeberkan Bringin Life dipilih karena sudah sejak lama perusahaan asuransi itu masuk dan menawarkan produk asuransinya ke kecamatan-kecamatan.

“Kami [Pemkab] tidak pernah bekerja sama dengan Bringin Life. Mereka [Bringin Life] yang masuk sosialisasi ke kecamatan-kecamatan menawarkan produk asuransi itu. Selain itu, Bringin Life juga menawarkan produk asuransi ini melalui pimpinan [Bupati] dan beliau setuju,” kata Purwanto.

Oleh karena itu, kata Purwanto, Bupati memberikan subsidi Rp50.000 untuk perangkat desa yang bisa dipakai untuk bayar premi asuransi di Bringin Life.  Purwanto juga menyebutkan tidak ada yang perlu disangsikan dari perusahaan asuransi tersebut, karena Bringin Life adalah anak perusahaan Bank BRI. “Siapa sih yang ndak kenal BRI. Perusahaan itu kan sudah sangat eksis.”

Wakil Ketua DPRD Boyolali, Fuadi, mempertanyakan model kerja sama Pemkab dengan Bringin Life terkait kewajiban mengikutsertakan perangkat desa dalam program asuransi tabungan hari tua di anak perusahaan Bank BRI tersebut. “Itu penunjukkan langsung apa bagaimana? Sifatnya sukarela atau wajib? Kalau sukarela ya jangan dipaksakan.”

Menurut Fuadi, diduga ada kongkalikong antara Bringin Life dengan Bupati terkait program tersebut.

“Karena untuk perusahaan asuransi swasta tentu ada hitung-hitungan bisnis. Dengar-dengar akan ada fee kepada mitra kerja, sebesar 40% pada bulan pertama dan 20% untuk bulan selanjutnya.”
Dia meminta, jika ada perangkat desa yang tidak bersedia ikut program asuransi Bringin Life, tidak boleh dipaksa. “Kenapa Pemkab tidak segera merealisasikan saja program asuransi yang jelas-jelas dari negara, yaitu Jamsostek.”

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…