Logo Universitas Gajah Mada (UGM)
Jumat, 28 Februari 2014 06:45 WIB Mediani Dyah Natalia/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

MAHASISWI BERPRESTASI
Wong Bantul Bikin SBY Menangis

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menitikan air mata mendengar kisah perjuangan Birrul Qodriyah, warga Bantul untuk kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Berikut laporan wartawan Harian Jogja Mediani Dyah Natalia.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku menitikkan air mata ketika mendengar kesaksian Birrul Qodriyah. “Saya menangis mendengar testimoni tadi, karena itulah yang saya alami dulu,” kata Presiden SBY saat memberikan sambutan dalam acara Silaturahmi dengan 1.000 Mahasiswa Program Bidikmisi yang memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata di atas 3,6 dan memiliki prestasi khusus di luar akademik, di Hotel Bidakara, Jakarta.

Birrul mengaku tidak tahu menahu penyebab SBY menangis saat mendengar ceritanya. Satu-satunya yang ia ingat hanyalah saat ia menangis, orang nomor satu di Indonesia itu juga menangis.

“Tadi [kemarin] saya memberikan testimoni mengenai cerita saya, tentang bagaimana saya mengutarakan keinginan untuk kuliah tetapi bapak saya hanya diam saja dan berlinang air mata. Paginya bapak saya bersepeda mencari cara saya kuliah. Sejak saat itu saya bertekad dapat beasiswa supaya bisa kuliah. Ingat masa-masa itu, tadi saya menangis dan ternyata
Pak Presiden juga menangis,” jelasnya Kamis (27/2/2014) malam saat dihubungi lewat telepon.

Bagi Birrul sekolah apalagi kuliah bagi anak buruh tani merupakan kebutuhan mewah. Sebab penghasilan orangtuanya sebesar Rp5.000 sekali tanam tentu hanya pas untuk kebutuhan harian.

Dari sekian alternatif solusi penyelesaian masalah, Birrul memilih ikut aneka perlombaan sebagai sumber jawaban. Selain mengasah keterampilan, hadiah kemenangan dapat dikumpulkan untuk membiayai kuliah.

“Ternyata saat lulus SMA, saya mendapat beasiswa bidik misi. Saya tidak hanya gratis untuk kuliah tetapi juga mendapat biaya hidup. Alhamdulillah saya juga dapat tinggal di Asrama Dompet Dhuafa dan saat ini saya tinggal di asrama anak-anak asuh milik dosen UGM,” jelasnya.

Guna memperlancar mobilitas, celengan biaya kuliah sebesar Rp5 juta akhirnya dipecah dan dipergunakan untuk membeli motor bekas. Dengan kendaraan ini, Birrul mengaku aktivitas lama mengikuti lomba maupun kegiatan yang bermanfaat masih terus dijalani.

Hingga tahun 2013 lalu, ia terpilih sebagai mahasiswa berprestasi dari UGM dan mewakili kampus tersebut di Jakarta. Di tingkat nasional, ia kembali mendapat prestasi. Kali ini ia menyandang predikat mahasiswa berprestasi paling inspiratif.

Di balik pencapaian ini, sulung dua bersaudara ini ingin berbagi kepada generasi muda untuk terus hidup bermakna dan bermanfaat. Agar setiap yang dijalani tidak hanya sia-sia saja.

“Hidup adalah pilihan, kita yang tentukan mau jadi apa. Karena itu hidup harus bermakna dan bermanfaat. Supaya saat kita tidak ada, apa yang kita teladankan dapat berguna bagi orang lain,” terangnya.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…