Warga menyaksikkan endapan lahar, batang pohon, dan material vulkanik, yang meluap dan memenuhi jembatan Kali Kuning, akibat banjir lahar dingin Gunung Merapi di Umbulharjo, Sleman, DIY, (JIBI/Solopos/Antara/Ismar Patrizki) Warga menyaksikkan endapan lahar, batang pohon, dan material vulkanik, yang meluap dan memenuhi jembatan Kali Kuning, akibat banjir lahar dingin Gunung Merapi di Umbulharjo, Sleman, DIY, (JIBI/Solopos/Antara/Ismar Patrizki)
Jumat, 28 Februari 2014 18:51 WIB Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos Peristiwa Share :

LAHAR HUJAN MERAPI
Truk di Kemalang Klaten Terseret Lahar

Solopos.com, KLATEN– Lahar hujan dari Gunung Merapi, terjadi Jumat (28/2/2014). Sore tadi, sebuah truk terseret aliran lahar dingin saat berada di Dam Karangbutan yang ada di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun truk yang sarat dengan muatan pasir sempat terseret puluhan meter karena derasnya aliran lahar hujan yang membawa material vulkanis Gunung Merapi tersebut.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, Jumat. Saat itu, kawasan puncak Merapi diguyur hujan cukup lebat. Sedangkan, bagian bawah Merapi cuacanya cukup cerah.

Sementara, tidak jauh dari Dam Karangbutan, dua buah truk sedang mencari pasir di alur Kali Woro. Beberapa saat kemudian, datang lahar hujan dengan intensitas sedang dari puncak menuju alur Kali Woro.

Satu truk yang baknya masih kosong bisa segera menyelamatkan diri. Namun, nahas sebuah truk berplat nomor K 1739 PH yang sarat muatan pasir sulit mencapai Dam. Truk tersebut akhirnya terseret lahar hujan dan terkubur material vulkanis Gunung Merapi sedalam 5 meter.

Beruntung, sang sopir truk yang merupakan warga Purwodadi, Sukardi, 45, selamat dari musibah tersebut. Dia berhasil melarikan diri sebelum lahar hujan datang menghantam badan truk.

Camat Kemalang, Bambang Haryoko, mengatakan beberapa orang relawan sebenarnya sudah memperingatkan bahaya lahar hujan. Pasalnya, kondisi di puncak Merapi tengah diguyur hujan lebat.

“Namun, peringatan tersebut kurang ditanggapi oleh penambang,” paparnya saat dihubungi Solopos.com, Jumat.

Selain itu, lahar hujan juga datang dengan sangat cepat. Kondisi tersebut sangat berbahaya bagi penambang yang berada di alur Kali Woro yang merupakan aliran lahar hujan dari Merapi.

Pihaknya mengimbau agar penambang lebih waspada saat musim hujan seperti ini. Pasalnya, lahar hujan bisa datang kapan saja tanpa bisa diprediksi.

“Saya mengimbau kepada penambang agar saat melihat kondisi puncak mendung atau hujan, segera menghentikan aktivitas penambangan. Hal itu berbahaya karena bisa muncul lahar dingin tanpa diduga,” imbaunya.

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…