Pria dengan kalung berlafal Allah sebelum dan sesudah diedit (Mirror.co.uk) Pria dengan kalung berlafal Allah sebelum dan sesudah diedit (Mirror.co.uk)
Jumat, 28 Februari 2014 17:10 WIB Septina Arifiani/JIBI/Solopos Nada Share :

KONTROVERSI VIDEO KATY PERRY
Lafal Allah di Video Katy Perry Akhirnya Dihapus

Solopos.com, SOLO – Video Katy Perry yang dinilai melecehkan umat Islam karena berisi adegan membakar kalung berlafal Allah akhirnya direvisi. Music video lagu anyar penyanyi pop asal Amerika Serikat (AS) berjudul Dark Horse itu akhirnya diedit sehingga kalung berlafal Allah itu kini tiada tampak.

Sebelumnya, dalam rekaman video tersebut jelas terlihat seorang pria mengenakan kalung berlafal Allah dalam huruf Arab. Selanjutnya pria itu terbakar menjadi abu dengan kekuatan magis Katy yang berperan layaknya ratu Mesir. Kini, adegan itu tak lagi memperlihatkan kalung berlafal Allah pada leher pria itu.

Dilansir Mirror, Kamis (27/2/2014), sebanyak 65.000 orang telah menandatangani petisi online yang menginginkan video tersebut dihapus karena dianggap tidak menunjukan tolerasi umat beragama. Menyusul semakin banyaknya kontroversi yang beredar membuat kalung berlafal Allah di video tersebut langsung dihapus beberapa hari setelah diuncurkan.

Sang penggagas petisi tersebut, Shazad Iqbal mengaku senang usahanya bersama pendukungnya telah membuahkan hasil. Dalam situsnya, ia mengatakan sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan kepadanya menghapus lafal Allah yang ada dalam klip video tersebut.

“Saya senang ketika memberi tahu kepada Anda semua, bahwa nama Allah telah dihapus dari video Dark Horse, kita tidak bisa melakukannya tanpa dukungan dari semua orang. Jadi saya berterima kasih kepada Anda semua, suara kami telah didengar! Tuhan memberkati Anda semua!,” tulisnya di situs itu.

Ia juga mengaku merasakan bahwa dampak dari petisi tersebut sangatlah besar sehingga menjadi sebuah pertanda klip video ini memang layak dihapus. Apalagi jika mengingat banyaknya orang yang bersedia menandatangani petisi tersebut.

Hingga kini belum jelas, siapa yang telah mengedit video tersebut, pihak Youtube ataukah dari Katy Perry. Sejak Kontroversi itu melejit, Katy Perry juga belum memberikan keterangan resminya.

 

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…