Ilustrasi HIV/AIDS (JIBI/Reuters/Dok.) Ilustrasi HIV/AIDS (JIBI/Reuters/Dok.)
Jumat, 28 Februari 2014 01:15 WIB Septhia Ryanthie/JIBI/Solopos Boyolali Share :

KASUS HIV/AIDS
Lagi, 1 Pengidap HIV/AIDS Boyolali Meninggal Dunia

Solopos.com, BOYOLALI — Kasus orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang meninggal dunia di Kabupaten Boyolali bertambah. Kali ini, penderita AIDS tersebut bernama K, 40, warga Kecamatan Banyudono, meninggal di RSUD Pandan Arang, Kamis (27/2/2014).

ODHA berjenis kelamin perempuan tersebut sebelumnya sempat menjalani perawatan secara intensif selama sekitar lima hari di rumah sakit itu. Informasi yang diperoleh Solopos.com, ODHA tersebut merupakan pasien rutin menjalani pengobatan di Klinik VCT di RSUD Pandan Arang setelah terdeteksi tertular virus HIV/AIDS sekitar dua tahun silam. Belum lama ini, korban sempat mengalami anemia dan alergi obat HIV/AIDS.

“Saat itu pemberian obat terpaksa dihentikan sementara karena pasien mengalami alergi ARV. Pasien tersebut kemudian menjalani perawatan intensif selama sekitar sebulan. Saat itu kondisinya membaik hingga obat kembali diberikan,” ungkap Sumarju, dokter spesialis penyakit dalam di RSUD Pandan Arang yang merawat ODHA tersebut, saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis.

Namun ODHA tersebut kembali mengalami alergi terhadap ARV hingga kembali menjalani perawatan intensif di RSUD Pandan Arang selama sekitar lima hari. Sayangnya, kondisi kesehatan pasien tersebut belakangan terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia, Kamis, sekitar pukul 03.00 WIB. “Meninggalnya tadi sekitar pukul 03.00 WIB,” katanya.

Saat ini, jenazah ODHA tersebut telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Menurut catatan Solopos.com, selama 2013, tujuh orang penderita HIV/AIDS yang meninggal dunia di Kabupaten Boyolali. Sementara jumlah kasus penderita yang terdeteksi mengidap HIV/AIDS yang tercatat oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali mencapai belasan orang.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinkes Boyolali, Ahmad Muzzayin, mengatakan Dinkes Boyolali bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan berbagai elemen masyarakat peduli AIDS melakukan berbagai langkah penanggulangan penularan penyakit tersebut. Tahun ini, Dinkes menambah layanan klinik voluntary and conseling testing (VCT) di RSUD Simo.

Sebelumnya, layanan itu sudah tersedia di RSUD Pandan Arang dan RSUD Banyudono. Dinkes juga mengembangkan klinik infeksi menular seksual (IMS) baru di lima puskesmas, yakni di Puskesmas Ampel I, Puskesmas Karanggede, Puskesmas Nogosari, Puskesmas Ngemplak, dan Puskesmas Banyudono I.

Selain gencar mengadakan sosialisasi tentang penyakit HIV/AIDS, pihaknya juga berencana mensosialisasikan tentang penanganan pemakaman untuk jenazah ODHA. “Memang butuh pendekatan khusus untuk melakukan sosialisasi tentang pemakaman untuk jenazah ODHA. Saat ini beberapa kali sudah kami mulai,” ungkap dia.

lowongan pekerjaan
Bagian Umum, Bagian Administrasi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) DP Mura…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Komunisme dan Logika Kita

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (23/9/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, seorang editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Mungkin kita pernah membaca pernyataan bahwa adanya kemiskinan dan ketimpangan ekonomi…