Finalis Indonesian 2014 berdarah campuran Indonesia-Jepang Yuka Tamada saat tampil di hadapan juri dalam pergelaran panggung Spektakuler Indonesian Idol 2014 di di Studio RCTI , Kebon Jeruk, Jakarta, Jumat (20/2/2014) malam. Ajang pencarian bakat menyanyi dan idola baru Indonesia tersebut telah memasuki tahun ke-10 penyelenggaraanya di Indonesia. (JIBI/Solopos/Antara/Teresia May) Yuka Tamada, Finalis Indonesian Idol 2014 ((JIBI/Solopos/Antara/Teresia May))
Jumat, 28 Februari 2014 22:10 WIB Septina Arifiani/JIBI/Solopos TV Plus Share :

INDONESIAN IDOL 2014
Desahan Miranti Dinanti, Diarahkan Dhani Yuka Lebih Mantap

Solopos.com, SOLO –Indonesian Idol 2014, Jumat (28/2/2014) malam disiarkan RCTI menampilkan 12 besar.

Miranti, kontestan Indonesian Idol 2014 yang disebut-sebut memiliki mata indah ini menyanyikan lagu milik Glenn Fredly berjudul Terserah. Penampilannya kali ini justru membuat sebagian besar juri menyatakan kekecewaan mereka.

Dhani mengatakan penampilannya tidaklah sebagus biasanya, ia menyanyangkan penampilannya yang tak bagus biasanya padahal tak berbada jauh dengan genre musik yang ia kuasai yakni musik jazz

Namun, hal ini tak mengurangi rasa bangga Titi Dj terhadap Miranti, bagi Titi, Miranti telah membawakan lagu tersebut dengan penjiwaan yang bagus.

“Kamu sangat menjiwai lagu ini, sampai saya ingin naik ke panggung dan memeluk kamu,” kata Titi.

Dilanjutkan dengan penampilan kontestan keturunan Jepang, yakni Yuka. Kontestan bertubuh subur ini menyanyikan lagu milik Vina Panduwinata berjudul September Ceria.

Penampilannya kali ini terbilang biasa, hingga Ahmad Dhani menyuruhnya untuk menyayikan lagu itu kembali.

Saat itulah Yuka menyanyikan lagu tersebut kembali dengan alunan musik sederhana dan lebih lebut diiringi dengan arahan Dhani. Penampilan singkatnya inilah yang membuat seluruh juri terkagum. Anang juga mengakui penampilan keduanya sangat mengagumkan.

“Jika kamu tadi seperti ini, harus aku katakan kamu berhasil membawakannya,” kata Anang.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…