Warga Dusun Laharpang, Suparman menggendong cucunya di depan rumahnya yang rusak terkena dampak letusan Gunung, Kelud, Kediri, Jawa Timur, Jumat (21/2/2014). Setelah status Gunung Kelud dinyatakan siaga, warga yang tinggal di pengungsian kini kembali ke rumahnya meskipun kondisi rumah mereka rusak berat dan hampir tidak bisa ditempati. (JIBI/Solopos/Antara/Rosa Panggabean) Warga Dusun Laharpang, Suparman menggendong cucunya di depan rumahnya yang rusak terkena dampak letusan Gunung, Kelud, Kediri, Jawa Timur, Jumat (21/2/2014). Setelah status Gunung Kelud dinyatakan siaga, warga yang tinggal di pengungsian kini kembali ke rumahnya meskipun kondisi rumah mereka rusak berat dan hampir tidak bisa ditempati. (JIBI/Solopos/Antara/Rosa Panggabean)
Jumat, 28 Februari 2014 05:40 WIB Miftaul Ulum/JIBI/Bisnis Ekonomi Share :

DAMPAK LETUSAN KELUD
Potensi Kredit Macet Capai Rp331,5 Miliar

Solopos.com, SURABAYA–Erupsi Gunung Kelud, Kamis (13/2/2014), dua pekan lalu berdampak terhadap 10.220 debitur perbankan dengan nilai kredit Rp331,5 miliar.
Kepala Regional 3 Otoritas Jasa Keuangan Yunnokusumo menguraikan berdasar data sementara potensi non performing loan alias kredit macet Rp331,5 miliar tersebar di 28 bank perkreditan rakyat dan 14 kantor cabang bank umum di Kediri, Malang dan Blitar serta Tulungagung.
“Kebijakan khusus apakah penjadwalan ulang atau penghapusan pinjaman belum ada, karena data masih dikumpulkan dan menunggu dasar hukum,” jelasnya seusai serah terima jabatan di Surabaya, Kamis (27/2/2014).
Yunnokusumo menjadi Kepala Regional 3 OJK menggantikan Adie Soesetyantoro yang kini menjadi Kepala Regional I OJK. Dalam acara kemarin diserahterimakan pula kepala kantor OJK Malang, Kediri dan Nusa Tenggara Timur.
Soal dampak erupsi Gunung Kelud, Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Jawa Timur Rudy Bachtiar menuturkan belum ada laporan klaim terhadap asuransi. Meski demikian, pihaknya sedang meminta data potensi adanya klaim.
“Kalau seperti asuransi perjalanan tiket pesawat itu di pusat, tapi untuk properti, kendaraan yang terdampak debu belum ada laporan klaim,” jelasnya.
Menurutnya, daerah terdampak erupsi di Gunung Kelud yang memicu kerusakan parah banyak di daerah pedesaan. Sehingga kemungkinan baru sedikit yang ditanggung asuransi.
“Tapi untuk kepastian data kami sedang koordinasi dengan anggota.Termasuk kalau ada KPR terganggu nunggu klaim bank,” tegasnya.

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…