Orang utan jantan, Kirno dipindahkan oleh petugas dari kandang rehabilitasi Di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ), Solo, Kamis (27/2/2014). Rencananya Kirno akan dijodohkan dengan orang utan betina berumur 8 Tahun, Peby. (Septian Ade Mahendra/JIBI/Solopos) Orang utan jantan, Kirno dipindahkan oleh petugas dari kandang rehabilitasi Di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ), Solo, Kamis (27/2/2014). Rencananya Kirno akan dijodohkan dengan orang utan betina berumur 8 Tahun, Peby. (Septian Ade Mahendra/JIBI/Solopos)
Kamis, 27 Februari 2014 22:14 WIB Mariyana Ricky/JIBI/Solopos Solo Share :

TSTJ Solo Jodohkan Kirno dengan Peby, Masa Jomblo Orangutan Ini Berakhir

Solopos.com, SOLO–Masa penantian Kirno sebagai jomblo akhirnya berakhir. Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo menjodohkan dia dengan Peby. Usia Kirno (jantan) yang sudah 10 tahun dijodohkan dengan Peby (betina) yang berusia 8 tahun.

Peby merupakan orangutan titipan dari salah satu kebun binatang di Sumatra, sementara Kirno adalah sitaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah.

Dihubungi Solopos.com Kamis (27/2/2014) Direktur Operasional TSTJ, Windu Winarso menceritakan prosesi penjodohan itu dilakukan sejak Rabu (26/2/2014).

“Mulai Rabu, Peby kami masukkan pulau [habitat orangutan], karena sebelumnya ia tidak mengenal lingkungan. Baru pada hari ini pukul 10.00 WIB [Kamis], Kirno kami masukkan ke dalam tempat yang sama,” jelas dia.

Windu mengatakan pemilihan Peby untuk dimasukkan ke dalam pulau terlebih dahulu,lantaran Peby sebelumnya berada di karantina.

Sedangkan Kirno, kata dia, sudah menempati habitat itu selama empat bulanan.“Waktu memindahkan Peby dari kandang karantina ke pulau, diawali dengan pembiusan oleh dokter hewan yang dipantau oleh tim,” urainya.

Windu juga menjelaskan sebelum proses penjodohan, timnya telah melakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan menunjukkan kedua orangutan itu berasal dari rumpun yang sama.

“Dua minggu sebelumnya, kami menempatkan mereka ke dalam satu sel yang berdampingan untuk dikarantina. Mereka membaur dengan baik, saling interaksi,” papar Windu.

Pihaknya berharap mereka nantinya mampu berkembang biak dengan baik.

 

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…