Koran Solopos edisi Kamis (27/2/2014)
Kamis, 27 Februari 2014 09:50 WIB Anik Sulistyawati/JIBI/Solopos Solo Share :

SOLOPOS HARI INI
Bisnis Kuburan Mewah Haram, YPAC Kuasai Kantor PPRBM

Solopos.com, JAKARTA—Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti masalah jual beli tanah untuk kuburan dan pembangunan kuburan mewah di masyarakat muslim.

Dalam fatwa terbaru, MUI mengharamkan jual beli lahan kuburan di kalangan muslim yang terdapat unsur berlebih-lebihan dan sia-sia. “Jual beli dan bisnis lahan untuk kepentingan kuburan mewah yang terdapat unsur tabdzir dan israf hukumnya haram,” ujar Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, Asrorun Niam Sholeh, dalam siaran pers MUI, Selasa (25/2).

Kans Pelapis Unjuk Gigi

SOLOPersis Solo kembali merumput di Stadion Manahan Solo, Kamis (27/2) sore ini. Kali ini, Laskar Sambernyawa bakal meladeni tim tangguh asal Kalimantan, Martapura FC.

Pertandingan persabahatan kali ini bisa jadi merupakan tempaan terberat bagi skuat tim besutan Widyantoro sepanjang mengarungi sederetan laga uji coba. Ferry Anto dkk. harus berhadapan dengan mantan pemain Indonesia Super League (ISL) yang memperkuat tim berjuluk Laskar Sultan Adam itu.

Caleg Terjun, Bantuan Pun Cair

Pengrajin sepatu asal Kelurahan Sangkrah, Pasar Kliwon, Solo, Dolid Widodo, bungah. Betapa tidak, pengajuan proposal milik paguyuban pengrajin sepatu se-Soloraya mulus berkat bantuan seorang calon anggota legislatif (caleg). Padahal, awalnya ia merasa tidak ada harapan kala mengajukan bantuan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Solo secara mandiri.

“Kalau enggak disuruh caleg ya wegah, kan enggak tentu hasilnya. Sok entuke kecewa, belum tentu dikasih, mung marai gela. Biasanya tidak ada respons dari pemerintah buat bantu-bantu,” jelas Dolid ketika dijumpai Espos di tempat usahanya, Selasa (25/2).

YPAC Kuasai Kantor PPRBM

SOLO—Konflik di internal pengurus Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Nasional berlanjut. Petinggi YPAC akhirnya membuka paksa ruangan kantor Pusat Pengembangan Rehabilitasi Bersumber Daya Masyarakat (PPRBM) Prof. dr. R. Soeharso yang terkunci, Rabu (26/2).

PPRBM sebenarnya adalah bagian dari YPAC Nasional yang belakangan mandiri dalam program karena mampu menjalin kerja sama dengan banyak lembaga donor. YPAC Nasional bermaksud mengubah program PPRBM menjadi lebih sesuai dengan visi YPAC Nasional, namun ditolak oleh semua pelaksana program PPRBM.

Mengaku sebagai PB X ke-2, Kardi Deklarasikan PKBBD

SUKOHARJO—Seorang pria bernama Kardi mendeklarasikan pendirian sebuah organisasi bernama Persatuan Kebudayaan Bangsa-Bangsa Dunia (PKBBD) di Ndoho Wetan, RT 002/RW 004, Lawu, Nguter, Rabu (26/2).

Dalam kesempatan itu, Kardi yang juga mengaku bernama Sang Prabu Sri Notokusumo sekaligus mengangkat dirinya sebagai Paku Buwono (PB) X ke-2.

Kepala Disdikpora Minta Maaf

BOYOLALI—Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Boyolali, Abdul Rahman, Rabu (26/2), menyatakan kegiatan mengumpulkan guru-guru SMP di aula Panti Marhaen tidak bermuatan politis. Meski demikian, dia tetap meminta maaf kepada masyarakat atas prokontra kegiatan tersebut.

Hal itu disampaikan Abdul Rahman seusai memenuhi panggilan Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Boyolali.  Dia datang untuk memberi klarifikasi terkait penyelenggaraan Sosialisasi Kurikulum 2013 kepada guru-guru SMP yang digelar dinas tersebut di Panti Marhaen, Senin (24/2) lalu.

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…