Foto Ilustrasi (Harian Jogja/JIBI/Reuters)
Kamis, 27 Februari 2014 09:20 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Perampok Sadis Beraksi di Indomaret Maguwoharjo

Solopos.com, SLEMAN – Komplotan perampok sadis beraksi, dengan melukai tiga korban di Indomaret Jalan Jogja-Solo Kilometer sembilan, Sambilegi, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Rabu (25/2/2014) dini hari.

Dalam aksinya pelaku membawa senjata api, parang, pipa besi, keling dan membawa lari uang puluhan juta rupiah. Informasi yang dihimpun Harianjogja.com di lokasi kejadian, saat perampokan tiga karyawan Indomaret yang bertugas yakni Edi Iskandar, 21, asal Padangan RT25/RW07 Nglegi, Patuk, Gunungkidul; Risfandha Aryandhitas, 22, asal Macanan RT003/RW 008 Bimomartani, Ngemplak, Sleman dan Andi Setiawan, 21, warga Baran RT01/RW01 Salam, Patuk.

Sekitar pukul 02.15 WIB, saat berjaga, ketiganya tiba-tiba didatangi seorang pelaku menggunakan cadar. Tanpa basa basi, pelaku bertubuh pendek itu langsung memukul Edi yang tengah menata barang dagangan. “Saya mengiranya itu ada masalah pribadi,” ujar Edi saat ditemui di RS Panti Rini, Rabu pagi.

Melihat Edi dipukuli, dua temannya berusaha melerai. Tetapi tak disangka, tiga orang lainnya yang juga bercadar ikut masuk ke dalam Indomaret. Saat itulah ketiga korban sadar menjadi korban perampokan.

Menggunakan senjata jenis keling, mereka memukul Risfandha dan Andi yang berada di kasir. Keempat pelaku masing-masing membawa senjata api berwarna hitam, keling, parang dan pipa besi.

Setelah memukuli ketiga korban hingga babak belur, pelaku menyeretnya ke gudang di bagian belakang. Komplotan ini juga tidak segan-segan mengancam menembak korban jika melawan.

Edi yang sempat berusaha sembunyi di balik kardus gudang, kembali dipukul di bagian kepala menggunakan keling.

“Kalau berani melawan saya tembak, belakangnya lagi bilang kalau berani melawan saya tusuk,” imbuh Edi menirukan ancaman perampok.

Pelaku kemudian meminta untuk ditunjukkan sekaligus dibukakan brankas yang kebetulan berada di ruangan terpisah dari display barang dagangan. Masing-masing pelaku membagi tugas, seorang pelaku mengambil uang di brankas, satu lagi mengambil di kasir, dua lainnya berjaga di luar Indomaret dan menjaga ketiga korban.

“Dibawa ke gudang suruh menunjukkan brankas,” ungkap Andi yang juga dirawat di RS Panti Rini.

Komplotan sadis ini hanya butuh waktu sekitar 10 menit untuk melancarkan aksinya. Pelaku diperkirakan berjumlah empat hingga lima orang dan tidak diketahui jenis kendaraan digunakan.

LOWONGAN PEKERJAAN
Editor Biologi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…