UPT Pengelolaan Kawasan Malioboro memperbanyak jumlah zebra cross, foto diambil Kamis (27/2). (JIBI/Harian Jogja/Mediani Dyah Natalia) UPT Pengelolaan Kawasan Malioboro memperbanyak jumlah zebra cross, foto diambil Kamis (27/2). (JIBI/Harian Jogja/Mediani Dyah Natalia)
Kamis, 27 Februari 2014 18:51 WIB Mediani Dyah Natalia/JIBI/Harian Jogja Ekonomi Share :

MUBENG BRING HARJO
UPT Malioboro Upayakan Fasilitasi Pejalan Kaki

Solopos.com, JOGJA—Kendati masih terbatas, UPT Pengelolaan Kawasan Malioboro berupaya memfasilitasi pejalan kaki di sekitar kawasan tersebut. Termasuk bagi pejalan kaki yang ingin menyeberang jalan.

Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Malioboro, Syarif Teguh menyampaikan komitmen mengutamakan pejalan kaki telah diwujudkan dengan berbagai hal seperti pembukaan divider, penambahan marka di sepanjang jalan Malioboro, memperbanyak zebra cross hingga lampu penyeberangan jalan.

“Lampu ini sudah kami tambah dari dua titik menjadi empat titik. Dengan lampu ini, penyeberang jalan cukup menekan tombol lalu lampu hati-hati menyala untuk memberitahukan kepada pengguna jalan lain memperlambat laju kendaraan,” jelasnya kepada Solopos.com, Kamis (27/2).

Selain itu, tersedia juga petugas di lapangan yang membantu pejalan kaki. Hanya petugas ini umumnya berada di titik strategis seperti di depan Malioboro Mall serta titik nol.

Syarif mengakui secara ideal petugas penyeberang jalan berada pada tiap 25 meter dan dijaga dua orang. Namun karena keterbatasan personil, harapan tersebut belum dapat terpenuhi seutuhnya.

Apalagi, imbuh dia, petugas yang bersiap tidak hanya berperan menyeberangkan jalan. Sebaliknya setiap personil yang ada juga diwajibkan menampung setiap permasalahan, termasuk pengaduan, menjaga keamanan maupun hal lain.

Tugas tersebut baru dapat dilakukan sepenuhnya saat musim liburan seperti Lebaran. Sebab Linmas Kecamatan maupun pihak lain ikut terjun ke jalanan dan membantu petugas.

Syarif menambahkan dari setiap kebijakan dan upaya yang dilakukan, setiap pengguna kendaraan diharapkan dapat memiliki kesadaran dalam berperilaku dan berlalu lintas. Menurut dia kesadaran ini memberikan efek yang lebih besar.

“Kami juga mengimbau pengguna kendaraan mengatur lajunya karena di sekitar Malioboro kecepatan yang disarankan 30 kilometer per jam. Kami berharap pengendara dapat memberikan perlakukan yang istimewa ini bagi pejalan kaki,” papar dia.

KSP.Pratama Surya Makmur, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL TERIOS TS’2008,Mulus/Gagah R18,Comp AC Baru,Silver,125JtNego, Hub=085640166830 (A001…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Nyanyian Sunyi Ekonomi Desa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/9/2017). Esai ini karya Ronny P. Sasmita, Direktur Eksekutif Econ-Act Indonesia dan anggota Staf Ahli Komite Ekonomi dan Industri Nasional. Alamat e-mail penulis adalah ronny_sasmita@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO — Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, indeks…