Sebanyak tiga telur yang dihasilkan ayam milik Trysyatno, 46, dan Mikatsiah, 46, warga Dukuh Pelokkrajan, RT 011, Desa Bener, Ngrampal, Sragen, memiliki tulisan mirip huruf Arab. Foto diambil Selasa (25/2/2014).(JIBI/Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
Kamis, 27 Februari 2014 13:04 WIB Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos Sragen Share :

KISAH UNIK
Warga Sragen Mengaku Miliki 3 Telur Ayam Berlafal Allah

Solopos.com, SRAGEN–Pasangan Trysyatno, 46, dan Mikatsiah, 46, warga Dukuh Pelokkrajan, RT 011, Desa Bener, Ngrampal, Sragen mengaku seekor ayamnya bertelur sekitar sepekan lalu. Bukan telur biasa, pada bagian cangkang telur terdapat tulisan mirip huruf Arab berlafal Allah.

Trysyatno mengungkapkan sebelumnya seekor ayam yang ia pelihara beberapa tahun terakhir tiba-tiba menghilang. “Saya cari kok tidak ketemu. Akhirnya dicari istri saya. Ayam ditemukan terjepit di anyaman bambu yang digulung milik keponakan saya. Ternyata di dalam anyaman bambu itu ayam sudah bertelur dua butir,” ungkap saat ditemui di rumahnya, Selasa (25/2/2014).

Awalnya, ia dan istrinya tak terlalu menghiraukan kondisi telur yang dihasilkan oleh ayam itu. Namun, saat seorang anaknya berniat menggoreng salah satu telur tersebut, mereka dikagetkan dengan huruf arab yang ada pada cangkang telur. “Hla ternyata ada tulisan  di dua telur tersebut. Akhirnya tidak jadi digoreng,” ungkapnya.

Hari berikutnya, lanjut Trysyatno, ayam yang sama kembali bertelur. “yang terakhir itu bertelur di dalam kandang. Setelah telur saya ambil dari kandang ternyata tidak ada tulisannya. Saya bersihkan juga tidak muncul. Setelah itu saya membeli tahu. Hla saat kembali ke rumah ternyata telur ada tulisannya lagi. Ya saya kaget langsung kenyang tidak jadi sarapan,” ucap Mikatsiah.

Lantaran kondisi telur yang cukup unik, mereka lantas menyimpan ketiga butir telur itu hingga saat ini. “Sementara saya simpan dulu. Kalau ada saudara yang ingin tahu. Ini bukan bikinan orang. Belum tentu ditemukan telur yang sama se-kabupaten,” terang dia.

Mikatsiah menjelaskan sebelumnya para tetangga tak percaya dengan kondisi telur-telur tersebut. Bahkan, dirinya dituduh menulis sendiri di cangkang telur itu. “Saya dituduh katanya menulis itu. Ya saya tidak bisa menulis seperti itu. Ini kuasa Allah,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Trysyatno menuturkan jika nantinya ada kolektor yang berminat membeli telur-telur itu, pihaknya siap merelakan. “Seumpama ada yang berminat ya silakan dibeli. Tetapi jangan untuk kemusyrikan. Ini kekuasaan Allah. Ini menunjukkan Allah benar-benar ada,” kata pria yang saban hari bekerja sebagai pedagang es keliling tersebut.

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…