ilustrasi (emirares24.com)
Kamis, 27 Februari 2014 14:16 WIB Jafar Sodiq/JIBI/Solopos Internasional Share :

KISAH UNIK
Arab Saudi Bangun Gedung Setinggi 1 Kilometer

Solopos.com, JEDDAH — Kerajaan Arab Saudi diam-diam menyimpan obsesi mengalahkan Dubai yang terkenal dengan Burj Khalifa. Kerajaan akan membangun The Kingdom Tower yang rencananya akan dibangun di Kota Jeddah dengan ketinggian mencapai 1 kilometer.

Dilansir Emirates247, Kamis (27/2/2014), Kerajaan Arab Saudi merinci gedung itu akan dibangun bersama 200 lantai dengan ketinggian 1 kilometer. Rencana ini diungkapkan Pengeran Alwaleed bin Tatal. Pangeran Arab Saudi Al-Waleed bin Talal adalah keponakan Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdulaziz. Ia merupakan orang paling kaya di Timur Tengah. Dengan kekayaan dan bisnisnya yang tersebar di seluruh dunia, seringkali ia jadi bahan pemberitaan di banyak media massa.

Dia mengungkapkan proyek ini akan selesai sebelum 2020. Dengan nama proyek Kingdom Tower, gedung akan dibangun dengan meminta salah satu kelompok usahanya, Jeddah Economic Company yang dikuasai Kingdom Holding Company.

Jeddah Economic Company pun bekerja sama dengan perusahaan asal London, Tim Macedan EC Harris. Gedung ini bahkan diperkirakan bakal mengalahkan gedung tertinggi dunia saat ini yaitu Burj Khalifa di Dubai.

Pihak kerajaan akan menunjuk perusahaan kontruksi bernama ACTS. Sebuah perusahaan konstruksi bernama ACTS mengungkapkan bahwa setidaknya akan ada 80 ribu ton baja yang telah disiapkan untuk membangun The Kingdom Tower ini.

“ACTS akan mengerahkan peralatan khusus untuk mengevaluasi sifat reologi beton agar mudah dipompa di ketinggian,” ungkap pihak kontraktor.
Seperti pembangunan Burj Khalifa, untuk mencapai titik tertinggi maka beton-beton tersebut harus dipompa ke atas. Proses inilah yang dinilai paling sulit oleh para arsitek karena tidak mudah memompa beton basah di ketinggian.

Kingdom Tower ini akan menghadap Laut Merah, dan pembangunannya akan memakan waktu lima tahun. Gedung itu akan terdiri dari hotel bintang lima, apartemen, ruang kantor, dan observatory untuk mengamati benda-benda di langit.

Menara ini didesain oleh arsitek asal Chicago, Adrian Smith, dari firma Adrian Smith + Gordon Gill Architecture (AS + GG). Kedua arsitek itu merupakan perancang menara Burj Khalifa ketika masih bekerja untuk firma arsitek Skidmore, Owings & Merill (SOM).

Selain itu mereka juga harus memastikan bahwa lift di dalamnya bisa berjalan dengan normal hingga puncak tertinggi.

Rencana ini sebenarnya telah tercetus sejak tahun 2010. Tiga tahun kemudian baru bisa direalisasika. Untuk membangun gedung pencakar langit ini diperkirakan akan menghabiskan biaya sebesar 1,23 miliar dolar AS atau sekitar Rp12 triliun.

lowongan pekerjaan
PT. BPR Bina Langgeng Mulia, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….