Petugas Dokkes Polres Klaten mmeriksa temuan kepala manusia di jalur jalan Solo-Jogja, wilayah Dukuh Kepoh, Desa Kuncen, Kecamatan Ceper, Selasa (18/2/2014) pagi. (Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos) Petugas Dokkes Polres Klaten memeriksa temuan kepala manusia di jalur jalan Solo-Jogja, wilayah Dukuh Kepoh, Desa Kuncen, Kecamatan Ceper, Selasa (18/2/2014) pagi. (Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos/dok)
Kamis, 27 Februari 2014 17:10 WIB Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos Klaten Share :

KEPALA MANUSIA DI JALAN JOGJA-SOLO
Warga Trucuk Laporkan Kehilangan Keluarga, Polisi Belum Bisa Pastikan

Solopos.com, KLATEN–Polsek Ceper mendapatkan laporan dari salah satu warga Trucuk yang mengaku kehilangan anggota keluarganya. Warga Trucuk tersebut curiga bagian tubuh manusia berupa serpihan kepala yang ditemukan di Jl. Solo-Jogja di Dusun kepoh, Desa Kuncen, Kecamatan Ceper pada Selasa (18/2/2014) adalah anggota keluarganya.

Kapolsek Ceper, AKP Sugeng Handoko, mengatakan warga Trucuk tersebut melaporkan ke Mapolsek Ceper pada Senin (24/2/2014). Warga Trucuk tersebut mengaku kehilangan anggota keluarganya beberapa hari sebelum ditemukannya potongan tubuh di jalan raya tersebut. Sejak saat itu, anggota keluarga dari warga Trucuk tersebut juga belum kunjung pulang ke rumah.

Warga yang merasa kehilangan itu juga menyampaikan ciri-ciri anggota keluarganya kepada polisi. “Ciri-ciri anggota keluarga tersebut adalah seorang nenek yang berusia sekitar 60 tahun, sudah pikun dan suka pergi dari rumah. Selain itu, saat pergi juga mengenakan pakaian jarit cokelat,” paparnya saat dihubungi solopos.com, Kamis.

Namun demikian, pihaknya belum bisa menyampaikan identitas dari warga Trucuk yang lapor ke Polsek Ceper tersebut. Pihaknya menegaskan bahwa polisi masih melakukan identifikasi pada tubuh korban.
Pasalnya, kondisi korban sudah benar-benar hancur dan sulit untuk dikenali. “Potongan tubuh tersebut sulit untuk dikenali, sehingga belum pasti itu adalah keluarga yang lapor,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Klaten, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, mengaku belum mendapatkan informasi terkait warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya tersebut. Pihaknya menegaskan saat ini potongan tubuh manusia tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh petugas forensik Polda Jawa Tengah (Jateng).

Potongan tubuh yang semula diduga hanya berupa serpihan kepala, telah berhasil disusun tim forensik menjadi bagian manusia secara utuh. Kendati demikian, penyebab kematian korban belum bisa disimpulkan oleh tim.

“Tim forensik sudah berhasil mengumpulkan serpihan membentuk bagian tubuh manusia secara utuh. Namun, kenapa korban bisa menjadi serpihan tersebut masih dalam penyelidikan. Sebab, masih ada bagian kaki, tangan dan semuanya dalam kondisi hancur,” terangnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan ke polisi jika ada anggota keluarganya yang hilang, terutama yang memiliki ciri yang hampir sama dengan korban. Setidaknya, dengan laporan tersebut bisa memunculkan titik terang kasus tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah tas kresek hitam berisi potongan kepala manusia ditemukan di Jl. Solo-Jogja, tepatnya di Dukuh Kepoh, Desa Kuncen, Kecamatan Ceper. Ceceran bagian tubuh manusia itu juga ditemukan tersebar hingga sekitar 20 meter di Jl. Solo-Jogja. Ceceran tubuh manusia itu sebelumnya diduga saksi terjadi akibat tertabrak pengendara kendaraan yang lewat.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…