Pelajar SLTP meniti jembatan gantung yang rusak di Sungai Pinjauan, Nagari Pilubang, Padangpariaman, Sumbar, Rabu (8/1). Jembatan gantung yang dibangun pada 2013 itu rusak akibat diterjang luapan sungai sehingga menyebabkan akses dua desa terputus. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra Ilustrasi Jembatan Rusak (Dok/JIBI/Solopos/Antara)
Kamis, 27 Februari 2014 03:30 WIB Ayu Abriyani KP/JIBI/Solopos Klaten Share :

Jembatan Peninggalan Belanda di Wonosari Klaten Rusak Parah

Solopos.com, KLATEN–Jembatan Nyain yang menghubungkan wilayah Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten dengan Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo rusak parah. Banyaknya lubang di jembatan yang dibangun zaman penjajahan Belanda tersebut hanya ditambal dengan potongan bambu yang membahayakan pengguna jalan.

Menurut pantauan Espos di lapangan, jembatan yang membentang di atas Sungai Brambang itu hanya bisa dilalui satu unit sepeda kayuh atau satu unit sepeda motor. Namun, jembatan yang memiliki nilai sejarah itu sangat diperlukan warga untuk mempercepat akses antarkabupaten.

Menurut Kadus I Desa Bolali, Kecamatan Wonosari, Kristiawan, jembatan itu ramai dilintasi warga terutama saat pagi hari. Mayoritas dilalui para pelajar dan warga di perbatasan yang ingin mempercepat perjalanannya. Sebab, jika melalui jalan memutar, harus ditempuh dengan jarak sekitar lima kilometer karena mengitari sungai.

“Jembatan itu memiliki panjang sekitar 30 meter dan lebar sekitar 1,5 meter. Ini merupakan jalur penting yang menghubungkan Kabupaten Klaten dengan Sukoharjo. Walaupun bukan jalur utama, tapi jembatan ini menjadi jalur alternatif bagi warga di perbatasan. Terutama saat pagi hari karena sering dilalui anak sekolah,” katanya saat dijumpai wartawan di lokasi, Rabu (26/2/2014).

Meskipun badan jembatan sudah ditutup dengan cor beton, lanjut dia, tetapi masih banyak lubang-lubang sehingga ditutup bambu dan kayu agar warga yang melintas tidak terperosok. Pengaman itu sudah dipasang sejak dua tahun lalu yang merupakan swadaya warga setempat karena jembatan itu masih diperlukan warga.

Menurutnya, perbaikan jembatan itu sudah diusulkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Sebab, sejak dibangun hingga saat ini belum pernah ada rehab dari Pemkab Klaten. “Warga berharap jembatan itu segera diperbaiki agar tidak membahayakan orang yang melintas. Apalagi saat hujan turun, badan jembatan licin sehingga warga harus berhati-hati saat akan melewati jembatan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan Fisik dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Klaten, Abdul Mursyid, mengatakan usulan perbaikan Jembatan Nyain sudah masuk dalam Musrenbang. Pihaknya berencana mengalokasikan dana untuk perbaikan jembatan tersebut.

“Di dalam Musrenbang kali ini untuk perencanaan 2015, usulan itu memang sudah masuk. Tapi, kami belum bisa memastikan kapan waktu perbaikan jembatan itu. Kami akan melihat kemampuan anggaran yang ada. Diperkirakan, dana yang dibutuhkan sekitar Rp600 juta,” katanya kepada wartawan, Rabu.

lowongan pekerjaan
NUSANTARA SAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…