Orkes Melayu (OM) Sagita dari Nganjuk, Jawa Timur menghibur pengunjung yang memadati THR Sriwedari, Rabu (26/2/2014) malam. OM Sagita membawakan sejumlah lagu yang sedang populer untuk menghibur pengunjung THR Sriwedari. (Ardiansyah Indra Kumala/JIBI/Solopos) Orkes Melayu (OM) Sagita dari Nganjuk, Jawa Timur menghibur pengunjung yang memadati THR Sriwedari, Rabu (26/2/2014) malam. OM Sagita membawakan sejumlah lagu yang sedang populer untuk menghibur pengunjung THR Sriwedari. (Ardiansyah Indra Kumala/JIBI/Solopos)
Kamis, 27 Februari 2014 19:30 WIB Mahardini Nur Afifah/JIBI/Solopos Nada Share :

DANGDUT THR SRIWEDARI SOLO
OM Sagita Berasoley

Solopos.com, SOLO–Kepopuleran musik dangdut yang hampir setiap hari mengisi tayangan jam utama di televisi rupanya menjadi berkah tersendiri bagi para pedangdut. Tak terkecuali bagi grup musik dangdut asal Pace, Nganjuk, Jawa Timur, Orkes Melayu (OM) Sagita.

Kelompok musik yang berdiri sejak 29 Oktober 2009 lalu ini juga turut mengecap keuntungan dari maraknya dangdut di televisi.

“Senang melihat musik dangdut sudah diterima di mana-mana. Masyarakat dulu yang kenal hanya di Jawa saja, sekarang sudah di mana-mana. Tapi memang saingannya makin banyak,” ujar Eny Sagita, pentolan OM Sagita saat berbincang di THR Sriwedari, Rabu (27/2/2014) malam.

Meskipun banyak saingan, grup musik dangdut yang baru mengganti personel pengiringnya ini tak gentar dengan maraknya “pemain” baru yang terus bermunculan. Eny mengungkapkan pelopor dangdut yang diaransemen dengan musik kesenian tradisional Jaranan ini mampu mempertahankan eksistensi dengan gaya khasnya.

“Kami enggak masalah dengan banyaknya grup baru yang bermunculan. Karena kami punya ciri khas yang selalu dinanti penggemar. Pokoknya dimana-mana OM Sagita enggak pernah meninggalkan salam asololey icik-icik eh’hem,” kata sang biduan.

Kepopuleran OM Sagita yang berangkat dari Jawa Timur ini juga terus mengalami perkembangan. Jika sebelumnya kelompok ini hanya merambah pentas musik di Jawa, belakangan OM Sagita kerap mendapatkan tawaran main di luar Pulau Jawa.

“Sekarang ini yang menikmati OM Sagita bukan orang Jawa saja, tapi sudah merambah Sumatera, Bali, dan Kalimantan. Jadwal terdekat kami ke Bali, Maret kita main di Tenggarong [Kalimantan Timur] dan disambung ke Kalimantan Tengah,” imbuh Bayu, Manager OM Sagita.

lowongan peekrjaan
PT. Integra Karya Sentosa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…