Warga menaiki getek bersama dua orang anaknya untuk menyeberangi jalan yang tergenang banjir di warga Dusun Muker, Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Senin (24/2/2014). (ilustrasi/JIBI/Solopos/Shoqib Angriawan)
Kamis, 27 Februari 2014 15:22 WIB Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos Klaten Share :

BANJIR KLATEN
Seusai Tergenang, Air Sumur Warga Muker Tercemar

Solopos.com, KLATEN–Air sumur milik warga Dusun Muker, Desa Melikan, Kecamatan Wedi berubah warna menjadi kekuning-kuningan akibat banjir yang melanda kawasan setempat pada Sabtu-Selasa (22-25/2/2014). Warga pun kesulitan mendapatkan air bersih karena takut mengkonsumsi air dari sumur yang tercemar tersebut.

Pantauan solopos.com di salah satu sumur milik warga, Kamis (27/2/2014), air tidak lagi berwarna jernih. Air yang baru saja diambil dari dalam sumur tersebut berwarna kekuning-kuningan dan keruh.

Salah satu warga, Suparno, 35, mengatakan air sumur miliknya tercemar akibat banjir yang menggenangi wilayahnya beberapa hari yang lalu. Ketinggian air yang mencapai lebih dari 1,5 meter (m) membuat sumur miliknya terendam air.
Kondisi tersebut mengakibatkan berbagai kotoran seperti tanah dan sampah masuk ke dalam sumur. Pihaknya mengaku tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi tersebut.

Suparno juga tidak berani menguras air karena tidak memiliki peralatan yang memadai. Hingga Kamis kemarin, air di sumur miliknya juga tidak kunjung jernih. Pihaknya pun mengaku takut mengkonsumsi air sumur yang masih tercemar tersebut.

“Hingga pagi hari ini tadi juga belum berani mengkonsumsi air karena masih keruh. Untuk keperluan minum terpaksa pakai air galon dahulu,” jelasnya kepada wartawan di lokasi, Kamis. Bahkan, dia juga mengaku belum mandi dalam beberapa hari terakhir karena tidak memiliki air bersih.

“Saya juga tidak mandi beberapa hari terakhir, hanya mencuci muka karena air masih berwarna kuning,” paparnya. Menurutnya, air yang masih keruh itu diperparah dengan masih tertimbunnya abu vulkanis dari Gunung Kelud di dalam sumur. Hal itu membuat sumur belum bisa jernih seutuhnya.
Pihaknya berharap kepada pemerintah supaya segera turun tangan mengatasi permasalahan warga. “Kami belum bisa melakukan aktivitas seperti biasa karena baru saja terkena musibah banjir. Kami berharap pemerintah bisa segera turun tangan,” harapnya.

Sementara, Kepala Dusun II Desa Melikan, Sugiyo, membenarkan kondisi warga yang kesusahan mendapatkan air bersih.  “Warga saat ini memang masih kesulitan mendapatkan air bersih. Air yang tercemar itu disebabkan kotoran yang masuk ke sumur karena banjir beberapa waktu yang lalu,” katanya saat dihubungi solopos.com, Kamis.

Pihaknya juga berharap kepada pemerintah supaya segera bertindak. Sebab, saat ini warga masih takut mengkonsumsi air yang tercemar tersebut.

LOWONGAN PEKERJAAN
Editor Biologi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…