Ilustrasi (JIBI/Dok)
Kamis, 27 Februari 2014 17:50 WIB Redaksi/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Awas, Tebing Sungai Gajah Wong dan Winongo Rawan Longsor

Solopos.com, JOGJA-Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Kota Jogja kembali mengingatkan kepada warga di sekitar Sungai Gajah Wong dan Winongo yang rawan terjadinya longsor pada musim penghujan ini.

Setidaknya ada tiga titik rawan longsor di dua sungai tersebut, yakni Kelurahan Prenggan, Pandeyan (Sungai Gajah Wong) dan Kelurahan Bener (Sungai Winongo).

“Sebenarnya titik longsoran itu telah kami laporkan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak,” ujar Kepala Kimpraswil Kota Jogja Toto Suroto, Rabu (27/2/2014).

Agar longsoran tidak terus mengancam warga yang tinggal di sekitaran bantaran sungai tersebut, lanjut dia, pihaknya kini telah mengupayakan pemasangan bronjong dan karung berisi batu dan pasir untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya longsoran tersebut.

Sedianya, karung tersebut berfungsi menahan gerusan air sungai akibat banjir ke talud-talud tersebut.

“Karena APBD 2014 belum sepenuhnya bisa dicairkan, maka kami gunakan dana eksidentil. Memang tidak banyak hanya sekitar Rp900 juta, akan tetapi kami menilai cukup untuk mengatasi masalah tersebut,” imbuhnya.

Kepala Badan Penanggunalangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Agus Winarto mengungkapkan pihaknya telah menurunkan 25 personel untuk ikut membersihkan longsoran tersebut.

LOWONGAN PEKERJAAN
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…