Warga dengan didampingi pegawai Kebun Binatang Surabaya memberi makan gajah satu kebun binatang itu, Agustus 2013. (JIBI/Bisnis/Wahyu-Darmawan) Warga dengan didampingi pegawai Kebun Binatang Surabaya memberi makan gajah satu kebun binatang itu, Agustus 2013. (JIBI/Bisnis/Wahyu-Darmawan)
Rabu, 26 Februari 2014 19:30 WIB Peni Widarti/JIBI/Bisnis Peristiwa Share :

POLEMIK KBS SURABAYA
Giliran Anoa Jantan Mati

Solopos.com, SURABAYA — Seekor Anoa jantan koleksi Kebun Binatang Surabaya (KBS) akhirnya mati karena sakit dan usia tua pada Rabu (26/2/2014).

Anoa berusia 19 tahun itu termasuk dalam daftar 84 satwa KBS yang mempunyai sakit, cacat dan berusia tua. Anoa yang memiliki nama latin Bubalus Depressicornis itu ditemukan mati dalam kandangnya pada sekitar pukul 11.30 WIB.

Humas Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS Agus Supangat mengatakan satwa Anoa sejatinya memiliki usia maksimal sekitar 20 tahun.

“Dari hasil otopsinya ditemukan ada pembengkaan pada paru-paru. Hal itu yang membuat sulit bernafas,” katanya, Rabu (26/2/2014).

Agus mengatakan, anoa tersebut sempat menjalani perawatan intensif di KBS dengan memberikan vitamin dan gizi agar mampu bertahan hidup serta mendapat pengawasan sejak satu bulan yang lalu.

Sejak awal 2014, setidaknya ada 10 koleksi KBS yang mati, di antaranya adalah Gnu, singa, kambing gunung, rusa, 2 ekor kijang, komodo, Baboon, Nilgai dan anoa. Koleksi anoa KBS pun kini tersisa 5 ekor, yakni satu jantan, tiga betina dan satu anak’an.

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) DP Mura…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Komunisme dan Logika Kita

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (23/9/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, seorang editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Mungkin kita pernah membaca pernyataan bahwa adanya kemiskinan dan ketimpangan ekonomi…