Ilustrasi HIV/AIDS (JIBI/Reuters/Dok.) Ilustrasi HIV/AIDS (JIBI/Reuters/Dok.)
Rabu, 26 Februari 2014 22:30 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Kesehatan Share :

PERJUANGAN ODHA
Sempat Takut Mati, Agus Kini Perangi HIV/AIDS

Tak ada yang aneh dari fisik seorang Agus Badrullah, 44. Badannya tegap. Gaya bicaranya pun mantap layaknya lelaki pada umumnya. Namun siapa sangka, di balik penampilannya, Agus mengidap penyakit yang sangat berbahaya. HIV Stadium IV atau AIDS bersarang di tubuhnya.

“Kalau orang diwisuda cumlaude, IP (indeks prestasi) 4, saya dulu diwisuda di (RS) dr. Moewardi dengan Stadium IV,” ujarnya saat memberi testimoni dalam peresmian Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Solo, Selasa (25/2/2014).

Bayang-bayang kematian sempat berkecamuk di benak Agus. Lelaki asal Jakarta ini menganggap hidupnya tinggal menunggu waktu. Sebagai mantan anak jalanan, informasi yang dimilikinya sangat minim kala itu. “Setelah divonis pada 2006, saya terbayang tinggal nunggu waktu kapan masuk kuburan,” ucapnya sambil tersenyum.

Beruntung, Agus bertemu dengan sejumlah pihak yang menyarankannya mengonsumsi antiretroviral virus (ARV). Dengan bantuan ARV, Agus dapat beraktivitas kembali tujuh tahun terakhir. Agus kini bahkan menjadi pendamping bagi penderita HIV/AIDS maupun pecandu narkoba. Daerah jangkauannya meliputi Sragen, Karanganyar, Klaten dan wilayah sekitarnya. “Pengidap HIV/AIDS sebenarnya sama dengan manusia lain, punya aktivitas. Bedanya cuma virus yang ada di tubuh mereka. Ini kadang yang belum dipahami sebagian warga,” tutur lelaki yang berdomisili di Laweyan itu.

Menurutnya, sosialisasi HIV/AIDS yang gencar dilakukan tak lantas memupus stigmatisasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Dia merasa masih ada diskriminasi yang kuat terhadap ODHA. Alhasil, tak semua ODHA berani melaporkan kasusnya kepada pihak terkait. “Rata-rata pengguna (narkoba) yang positif tidak mau lapor. Itu (stigmatisasi) yang mereka takutkan,” ujarnya.

Agus mengakui sangat sulit menghapus diskriminasi bagi ODHA. Namun untuk mengikis, dia yakin ada cara. Agus berharap organisasi seperti Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) mampu menjembatani ODHA dan warga lewat informasi apa adanya. Sebagai ODHA, ia dan kalangannya pun telah berjanji tidak akan menularkan virusnya pada orang lain.

“Apalagi pada orang yang kita cintai. Itu komitmen ODHA,” ucapnya tegas. Di akhir perbincangan, Agus menyembulkan harapan kesembuhan bagi kalangannya meski itu hanya setitik jarum. “Saya tahu kami harus minum ARV sampai mati. Namun saya yakin kami bisa sehat lagi..”

lowongan pekerjaan
Editor,Setter,Ilustrator, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) “…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Arsip dan Tertib Administrasi Desa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (15/9/2017). Esai ini karya Romi Febriyanto Saputro yang menjabat sebagai Kepala Seksi Pembinaan Arsip dan Perpustakaan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sragen. Alamat e-mail penulis adalah romifebri@gmail.com. Solopos.com, SOLO–UU No. 43/2007 tentang Kearsipan…