Honorer K2 Sragen berunjuk rasa di halaman Setda Pemkab Sragen, Selasa (25/2/2014). (Ika Yuniati/JIBI/Solopos) Honorer K2 Sragen berunjuk rasa di halaman Setda Pemkab Sragen, Selasa (25/2/2014). (ilustrasi/Ika Yuniati/JIBI/Solopos)
Rabu, 26 Februari 2014 05:31 WIB Ika Yuniati/JIBI/Solopos Sragen Share :

NASIB TENAGA HONORER
Tenaga Honorer Sragen Beberkan Bukti Penyimpangan

Solopos.com, SRAGEN — Para tenaga honorer kategori II (K2) di lingkungan Pemkab Sragen menengarai adanya penyimpangan dalam seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari kalangan tenaga honorer K2. Mereka bahkan menuding penyimpangan itu didalangi mafia.

Mereka pun menggelar aksi unjuk rasa di halaman Setda Pemkab Sragen, Selasa (25/2/2014). Berdasarkan pantauan Solopos.com, sekitar pukul 10.00 WIB, massa yang terdiri atas puluhan orang tenaga honorer itu datang ke halaman Setda Pemkab Sragen merentang sejumlah spanduk bertuliskan ungkapan kekecewaan hati mereka terhadap hasil seleksi CPNS K2.

Mereka berorasi hingga siang, sementara itu sekitar 10 demonstran masuk ke Aula Sukowati untuk beraudiensi dengan Setda Sragen Tatag Prabawanto dan perwakilan dari BKD. Pada intinya, massa demonstran dan perwakilan mereka menyampaikan 4 tuntutan, yaitu mengkaji ulang data honorer K2, membatalkan seleksi CPNS K2 tahun ini karena diindikasikan banyak penyimpangan, meminta tanggung jawab Pemkab Sragen atas nasib K2 yang tidak lolos CPNS K2 tahun ini, dan menuntut penetapan semua K2 yang tidak lolos seleksi sebagai PNS tanpa seleksi.

Karena Sekda Tatag Prabawanto dianggap berkelit atas fakta-fakta yang dipaparkan terkait indikasi penyimpangan dalam seleksi CPNS dari jalur K2, para wakil demonstran sempat bersitegang dengan petinggi Pemkab sehingga suasana pun memanas. Koordinator aksi, Suwarso, bahkan sempat berulang kali memotong penjelasan Sekda maupun wakil BKD karena pernyataan mereka dianggapnya tanpa kepastian.

Sekda Tatag Prabawanto memang bersikap diplomatis dalam menanggapi tuduhan adanya mafia CPNS di tubuh penyelenggara seleksi CPNS dari jalur K2 di Sragen. Bahkan kala dimintai konfirmasi oleh wartawan, ia hanya menyatakan semua aspirasi yang disampaikan demonstran siang itu bakal diakomodasi oleh Pemkab Sragen untuk selanjutnya disampaikan ke Kemnepan RB.

 

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…