Ilustrasi aksi Kemlaka Sound of Archipelago (Facebook.com) Ilustrasi aksi Kemlaka Sound of Archipelago (Facebook.com)
Rabu, 26 Februari 2014 00:36 WIB Mahardini Nur Afifah/JIBI/Solopos Nada Share :

MUSIK ETNIK
Kemlaka Kemas Ragam Musik Nusantara dalam Wang Sinawang

Solopos.com, SOLO — Kelompok musik etnik asal Solo, Kemlaka Sound of Archipelago, mempersiapkan album perdana berjudul Wang Sinawang. Kelompok musik yang terbentuk 29 Maret 2010 lalu itu mengemas perjalanan musik mereka dalam enam lagu yang menggambarkan keragaman musik Nusantara.

Album Wang Sinawang memuat lagu Lir-ilir, Susah Senang, Gila Teve, Moksa, Fantastic Ondel-ondel, dan Jejel Riyel. Kelompok musik yang digawangi Priyo (perkusi, kendang melayu, tifa, konga), Setiyo (bonang), Ndaru (gender dan tehyan), Ari (gender dan gambang), Bayu (saksofon), Arif (bas), Danang (kendang sunda), dan Akso (drum) ini masuk dapur rekaman sejak Desember 2013 lalu.

“Album ini cukup rumit penggarapannya. Masuk rekaman di Susah Senang Records sejak Desember lalu. Kami menggunakan teknik tracking yang belum lazim digunakan untuk instrumen gamelan. Jarang sekali musik tradisional yang menggunakan metronom seperti ini,” terang Dwi Priyo, pentolan Kemlaka saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa (25/2/2014).

Lelaki yang akrab disapa Priyo ini menuturkan konsep musik yang diusung kelompoknya berupaya menampilkan sajian musik rasa Nusantara. “Kami mengeksplorasi banyak musik tradisional. Di lagu Jejel Riyel ada nuansa Banyuwangi, lagu Gila Teve bernuansa Sunda, dan Lir-ilir beraroma Jawa. Ke depan kami ingin menampilkan daerah lain juga,” bebernya.

Disinggung mengenai pemilihan judul album Wang Sinawang, Priyo mengungkapkan istilah tersebut sengaja dipopulerkan kembali karena falsafah hidup Jawa ini sudah mulai ditinggalkan. “Utamanya generasi muda. Sudah banyak yang lupa wang sinawang. Ini kan salah satu bagian budaya kita yang sudah terlupakan,” katanya.

Dalam bermusik, Priyo membeberkan kelompok musik etniknya enggan berorientasi pada keuntungan finansial semata. “Kami tidak pernah pasang target musik kami meledak di pasaran. Karena kami sadar tidak bermain di jalur pop. Album ini dan album ke depan menjadi bagian perdokumentasian sejarah perjalanan kami di musik,” ungkapnya.

Album Wang Sinawang besutan Kemlaka Sound of Archipelago rencananya dilempar ke pasar sebanyak 500 keping. Peluncuran album ini bakal dilaksanakan pertengahan Maret mendatang.

 

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Vaksinasi dan Herd Immunity

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (16/12/2017). Esai ini karya Riris Andono Ahmad, Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Solopos.com, SOLO–Heboh outbreak penyakit difteri dan rendahnya cakupan imunisasi karena penolakan kelompok anti vaksin menimbulkan keresahan…