Ilustrasi panty liner kadang tak cukup untuk hadapi keputihan (biztrademarket.com) Ilustrasi panty liner kadang tak cukup untuk hadapi keputihan (biztrademarket.com)
Rabu, 26 Februari 2014 23:15 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Women Share :

KESEHATAN REPRODUKSI
Si Putih Mengganggu? Pilih Jurus Tradisional!

Solopos.com, SOLO — Keputihan yang sejatinya hal wajar menghinggapi Miss V bisa jadi masalah pelik kala produksinya kelewat banyak, sering, dan menimbulkan bau tak sedap serta rasa gatal di seputaran Miss V. Untuk mengatasinya coba simak paparan berikut ini.

Pada tahap tertentu, keputihan bisa diatasi dengan mengenakan panty liner demi menghindari celana dalam lembap sehingga muncul rasa tidak nyaman. Tetapi ketika keputihan itu semakin parah, keluarnya banyak, sering, dan menimbulkan rasa gatal, panty liner saja tidaklah cukup.

Jika sudah parah, meski sudah pakai panty liner, kerepotan masih mengadang karena harus bolak-balik ke kamar mandi untuk mengganti panty liner tiap beberapa jam sekali. Jika tidak langsung ganti, rasa tidak percaya diri akan muncul karena khawatir bau tak sedapnya bakal tercium orang.

Beragam cara pun dilakukan kaum hawa untuk menghilangkan masalah keputihan agar aktivitasnya tak lagi terganggu. Beberapa di antaranya bahkan rela mengontrol pola makan tertentu yang berpotensi memicu keputihan.

Mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Solo, Setya Rahayu, ketika dijumpai Solopos.com, Senin (3/2/2014), mengaku sudah melakukan berbagai cara untuk menghilangkan keputihan. Biasanya, ia rajin minum jamu tradisional berbahan kunyit untuk mengatasi keputihan yang berlebih, terutama sebelum dan sesudah menstruasi.

Hasilnya lumayan, keputihan sedikit berkurang. “Tapi tetap belum bisa hilang keputihannya. Saya juga kontrol makanan yang katanya bisa memicu keputihan seperti timun atau nanas,” ujarnya.

Selain itu, ia mengaku rajin mengganti panty liner guna mencegah kelembapan dan masalah keputihan jadi lebih parah. “Dua jam sekali ganti [panty liner]. Kalau tidak diganti tambah risih,” tuturnya.

Sejauh ini, ia belum berani memeriksakan masalah keputihannya ke dokter. Padahal orang tua maupun saudaranya selalu menyarankan untuk segera memeriksakan kondisinya tersebut ke dokter. Namun ia memilih menggunakan cara tradisional. “Takut mau ke dokter, padahal keputihannya sering gatal dan bikin tidak nyaman,” ujar dia.

Pegawai perusahaan swasta di Solo, Dian Sari K., juga memilih minum ramuan tradisional untuk mengatasi persoalan keputihannya. Biasanya ia langganan jamu gendong keliling di lingkungan rumahnya. Satu kali, ia menambahkan pernah mengalami keputihan parah dan memeriksakannya ke dokter kandungan. “Kalau sudah gatal dan bau, saya langsung ke dokter. Karena kalau hanya minum jamu tidak bisa langsung hilang,” katanya.

Baginya, keputihan menjadi masalah serius, terutama jika sudah tidak normal. Hal ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tapi juga hubungan suami istri.

Keputihan yang tidak normal, lanjutnya, bahkan sering menimbulkan bau tidak sedap sehingga penting baginya untuk menjaga organ kewanitaannya. “Kalau tidak bermasalah, pasti aktivitasnya juga tidak terganggu,” katanya.

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…