Rabu, 26 Februari 2014 12:11 WIB Ah Tenane Share :

JON KOPLO
Dikira Dhemit

26-ahtenaneDi balik musibah pasti ada hikmah. Tapi beda dengan Jon Koplo, warga Sukoharjo ini, selain hikmah ada saja kejadian lucu yang menyertainya. Cerita ini dialami ketika terjadi erupsi Gunung Kelud beberapa waktu lalu.

Tengah malam Lady Cempluk, istri Jon Koplo, terbangun karena merasakan kaca jendela kamarnya bergetar hebat. Cempluk takut, dipikirnya itu gempa.

“Mas… Mas… Ana apa iki?” kata Cempluk nggugah suaminya. Jon Koplo yang barusan tidur terbangun. Ia merasakan ada getaran, tapi tidak merasakan ada gampa. Koplo semakin heran karena getaran tak juga mau berhenti. Bahkan getaran di lantai atas terdengar semakin kuat.

Wah, iki mesti dhemit nggon kamar ndhuwur ngamuk ngganggu awake dewe, Dhik!” kata Koplo yang semakin membuat Cempluk ketakutan. Wajar kalau Cempluk takut, pasalnya, rumah dinas wakil bupati yang mereka tempati sekarang ini sudah lama kosong dan diduga menjadi sarang dedemit. Terutama ruangan di lantai atas yang tidak pernah diambah manusia. Cempluk segera menggendong Gembus, anaknya, yang tertidur.

Allahu Akbar!” teriak Koplo keras sambil menghentakkan kaki kuat-kuat. Tiba-tiba getaran pun berhenti.

Lho tenan ta, iki mesti kerjaane dhemit. Ayo, keluar dulu, Dik!” ajak Koplo.

Sampai di luar, terlihat para tetangga juga tengah berada di luar rumah. Keadaan sudah rame. Karena penasaran, Koplo mendekati salah satu tetangganya.

Wonten menapa ta Pak sakjane?” tanya Koplo penasaran.

“Oh, itu, Mas. Eneng gunung mbledhos!

Oalaah, tak kira dhemit. Jebul gunung mbledhos ta?” kata Koplo cengengas-cengenges mengingat kejadian yang baru saja dialaminya.

 

Fitri Gendrowati, Sanggrahan RT 001/RW 005, Joho, Sukoharjo 57513

lowongan pekerjaan
BMT ALFA DINAR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…