Gunung Merapi (JIBI/Solopos/Antara) Gunung Merapi (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Rabu, 26 Februari 2014 22:41 WIB JIBI/Solopos/Antara Peristiwa Share :

Gunung Marapi Erupsi, Abu Tersembur 3 Km

Solopos.com, PADANG — Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatra Barat dilaporkan mengalami erupsi, Rabu sekitar pukul 16.15 WIB. “Gunung Marapi erupsi dan mengeluarkan hujan abu vulkanis dengan radius 3 kilometer arah selatan,” kata Petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Warseno saat dihubungi Rabu (26/2/2014).

Ia menyebutkan, dampak dari erupsi yang terjadi tersebut cukup besar, jika dibandingkan dengan aktivitas sebelumnya di mana dampak dari hujan abu dirasakan oleh masyarakat dalam radius 3 km dari puncak gunung. Daerah tersebut, katanya, adalah daerah yang berada di bagian selatan Gunung Marapi seperti Kecamatan Batipuh, dan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar.

“Sejak ditetapkan dalam status waspada pada 3 Agustus 2013, ini merupakan erupsi yang terbesar. Sebelumnya dampak erupsi hanya di gunung saja,” katanya.

Padahal, katanya, jika dibandingkan dengan Januari, erupsi gunung yang memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) pada bulan Februari menurun. Pada Januari 2014 tercatat sebanyak 57 erupsi, sedangkan Februari sebanyak 4 kali.

Meskipun demikian, katanya, status gunung Marapi saat ini masih tetap dalam status waspada, tanpa mengalami perubahan. Dengan kejadian tersebut, ia mengimbau agara masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah.

Karena mengingat gangguan kesehatan yang akan terjadi akibat hujan abu tersebut. “Kalau bisa masyarakat pakai masker,” katanya.

Ia juga menyebutkan, ketinggian ledakan itu tidak dapat teramati secara visual karena puncak gunung tertutup kabut. “Karena jarak pandang terbatas, aktivitas tidak terekam dari pos pemantauan, karena gunung diselimuti asap,” terangnya.

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…