Supeltas Eko Ribut (JIBI/Solopos/Facebook Fanpage Kota Solo) Supeltas Eko Ribut (JIBI/Solopos/Facebook Fanpage Kota Solo)
Rabu, 26 Februari 2014 07:15 WIB Jafar Sodiq/JIBI/Solopos Solo Share :

EKO RIBUT SUPELTAS SOLO
Netizen Berbagi Kisah Aksi Ribut di Kalitan

Solopos.com, SOLO – Satu hari menghiasi sejumlah halaman media sosial internet, nama Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) Kalitan, Solo ini terus dibicarakan.

Netizen Solo terlihat asyik berbagi celotehan menarik seputar aksi eksentrik Supeltas yang dikenal bernama Eko Ribut ini.

Diunggah di laman Facebook Solopos.com, Senin (24/1/2014) malam Eko Ribut ramai dikomentari. Pengguna Facebook terlihat antusias dengan Supeltas yang selalu tampil riang ini.

“Tak kr dl dia org streees og d tngh2 jln nyanyi triak2 n joget2….klo liat msti bkin ngekek…wkwkwkwkkk (Saya kira stres. Ditengah jalan nyanyi teriak-teriak dan joget-joget. Kalau lihat pasti bikin tertawa),” kata akun Facebook bernama Dyah

Mas Eko Bara Bara Bere Bere …. orangnyacuek, asik, tapi ramah … setiap lewat jalan dimana dia lagi “dinas” selalu kasih hormat layaknya polisi…..,” Adji Hasan Arief

Aq suka kalau liat dia,, lucuuu mskpun agak sdkt terganggu dgn teriakanya heheheh,” Tamy Iliik.

Aksi Ribut memang selalu mengundang perhatian. Ribut bukan hanya berjoget-joget di tengah jalan, dia juga berteriak-teriak menyanyikan lagu. Kadang lagu yang dinyanyikan tidak begitu jelas, kadang dia nyanyikan sendiri lagu yang dikarangnya secara spontan.

“Iki sing gawene nyanyi SING PEKOK JOGET SING PEKOK JOGET (Dia sering bernyanyi YANG BODOH JOGET YANG BODOH JOGET) #yks,” kata Argianda dalam postingan Facebooknya.

Aksi unik Ribut bukan cuma saat bernyanyi dan berjoget di tengah jalan, saat mengatur lalu lintas tingkahnya juga terbilang eksentrik. Dengan gaya serius terkadang aksi Ribut saat mengatur lalu lintas justru memancing tawa.

Seorang netizen dalam komentarnya di Facebook mengaku pernah mendapati Ribut sedang mengenakan sepatu roda. “Terakhir kali liat dia pake sepatu roda,” kata Alf-fun Noor Rakhmat.

Aksi pemilik akun twitter @Eko_Supeltas ini bukan Cuma heboh, tapi terkadang justru membuat takut pengguna. Bahkan tak jarang justru menimbulkan sedikit kemacetan.

“nek saben ono kang mas kuwi deg degan mas mas… deg degaaan..atikuuu tratapaaan..,(setiap ada mas ini deg-degan, taku)” Nino Ad Durroh

“lagune sing PEKOK NJOGeT,namun ada kekuranganya,kadang dia jg bikin macet karna keasikan njogete..,” ungkap Tomy Liapense.

Supeltas yang biasa mengatur jalan pertigaan Kalitan ini juga sebelumnya telah dibicarakan oleh akun Facebook Kota Solo. Sejumlah komentator dalam postingan itu justru menyoroti peran Satlantas yang terkesan tidak mengayomi pengguna jalan.

Ribut ternyata juga ngeksis di Twitter. Sebuah akun bernama @Eko_Supeltas terlihat sepi dari follower. Akun bernama Eko Ribut ini terakhir berkicau pada 15 April 2013 silam.

 “Diino iki etukk (hari ini dapat) 132.000 hahahaha croooot,” kicaunya.

Dalam bio (penjelasan identitas) Twitternya tertulis, “Ak emang ganteng, ak suka musik dan main bola. Buat cewek2 yg pengen kenal ak, follow ak yah nduk!”

LOWONGAN PEKERJAAN
SMK MUHAMMAADIYAH PROGRAM KHUSUS (PK) KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…