Foto ilustrasi. (Harian Jogja/Desi Suryanto)
Selasa, 25 Februari 2014 19:20 WIB Endro Guntoro/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Sumbermulyo Siap Kembangkan Pariwisata Desa

Solopos.com, BANTUL—Pemerintah Desa Sumbermulyo Kecamatan Bambanglipuro tahun ini mulai menyiapkan program menyangkut potensi pariwisata desa menyusul adanya tempat wisata berupa candi dan embung mulai banyak mengundang perhatian pengunjung.

Kepala Desa Sumbermulyo, Ani Widayani mengatakan ada dua tempat wisata yang akan menjadi fokus pembangunan yakni Candi Hindu Jawa di Dusun Gedogan dan Embung Merdeka di Dusun Gunungan. Kedua tempat ini dinilai memiliki prospek untuk pengembangan sektor pariwisata.

“Komitmen pengembangan pariwisata desa itu sudah kami rumuskan sebagai arah kebijakan mulai tahun ini,” kata Ani kepada Harian Jogja, Selasa (25/2/2014).

Program pengembangan kawasan wisata desa dijadikan usulan prioritas musyawarah pembangunan desa (musrembangdes) tahun ini dan diajukan ke Pemkab Bantul.
Pemerintah Desa (Pemdes) Sumbermulyo mengajukan rencana kerja pembangunan sarana fisik penunjang di dua objek wisata desa tersebut senilai sekitar Rp1 miliar.

Menurut Ani, dua tempat wisata tersebut membutuhkan pembangunan di antaranya pintu gerbang, tempat pos retribusi pengunjung, MCK dan pembangunan area parkir. “Saat ini belum ada penataan pengunjung di lokasi karena keterbatasan sarana prasarana,” ujarnya.

Ani menambahkan tidak ada alasan dua tempat wisata desa di Sumbermulyo tidak dilakukan pengembangan. Menurutnya saat ini tempat itu sudah mulai dilirik pengunjung sebagai salah satu bagian dari ragam objek wisata Bantul.

Tingkat kunjungan masyarakat di Embung Merdeka juga makin meyakinkan. Selama ini, lanjut Ani, pendapatan asli desa Sumbermulyo tiap tahun baru mengandalkan dari sewa tanah kas desa dan perlu banyak inovasi baru meningkatkan pendapatan.

Selain pembangunan sektor pariwisata, Desa Sumbermulyo mengusulkan sejumlah program prioritas seperti pemmbangunan jalur irigasi pertanian dan jalan lingkungan.

“Penambahan lampu penerangan jalan umum di Jalur Ganjuran menuju Patalan yang menjadi jalur padat juga masih minim. Padahal ini jalur utama menuju kantor desa, polsek dan Gereja Ganjuran yang padat pengunjung,” katanya.

LOWONGAN PEKERJAAN
Shunda Plafon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sentilan Realitas di Bak Truk

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (22/11/2017). Esai ini karya Shela Kusumaningtyas, penulis dan alumnus Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro Semarang. Alamat e-mail penulis adalah kusuma.cel@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Masyarakat di sepanjang jalur pantai utara Jawa umumnya terbiasa menyaksikan lalu…