truk pengangkut semen keluar jalur di Ampel Boyolali (Solopos/Istimewa/Andra)
Selasa, 25 Februari 2014 16:08 WIB Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

PERAMPASAN TRUK
Polisi Wonogiri Dalami Keterlibatan Orang Dalam

Solopos.com, WONOGIRI--Kapolres Wonogiri, AKBP Tanti Septiyani menegaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan kasus perampasan truk di wilayah Selogiri. Penyelidikan dilakukan juga terhadap kemungkinan keterlibatan orang dalam.

Kapolres berharap, masyarakat sekitar lokasi kejadian bersedia mendirikan poskamling walau polisi telah melakukan patroli rutin. Penegasan Kapolres disampaikan disela-sela menerima kunjungan Kapolda Jateng Irjen Pol Dwi Priyatno di mapolres, Selasa (25/2/2014). “Masih lidik. Termasuk kemungkinan mendalami keterlibatan orang dalam. Polisi juga meningkatkan patroli di sepanjang jalur rawan tindak kriminal tersebut.”

Sebelumnya, aksi perampasan sebuah truk terjadi di ruas Jalan Krisak, Singodutan, Selogiri-Sukoharjo tepatnya di lokasi persawahan antara Krisak dengan Desa Pule, Selogiri. Truk bernopol R 1420 MT dibawa kabur namun sopir truk bernama San Marsum, 56, dan kernetnya Sutrisno, 49, keduanya warga Desa Ciporos, Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap dibuang di Gunung Pegat, Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri.

Kejadian perampasan truk terjadi Minggu sekitar pukul 22.00 WIB. Namun, sopir truk ditemukan Senin sekitar pukul 14.00 WIB di Gunung Pegat, Kecamatan Nguntoronadi, yang berjarak sekitar 14 km arah tenggara dari lokasi kejadian. Sopir dan kernetnya diikat dan dilakban. Kasat Reskrim Polres Wonogiri, AKP Budiarto mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Tanti Septiyani menyatakan masih melakukan penyelidikan.

Kapolsek Selogiri, AKP Hendry Hutasoit menyatakan, korban melapor ke Polsek Ngadirojo. “Kejadian Minggu sekitar jam 22.00 WIB di Jalan Raya Krisak-Pule. Diduga truk dicegat oleh enam orang. Kami masih melakukan penyelidikan atas informasi itu. Juga berkoordinasi dengan polsek tetangga.”

Truk mitsuishi fuso 125 Ps warna kuning itu bermuatan gaplek atau singkong kering. Ciri lain truk adalah bak truk berwana biru terdapat tulisan Anggraeni. Selain truk, kerugian yang diderita korban adalah uang tunai senilai Rp1 juta. Saat truk melintas di ruas Jalan Krisak-Pule, Selogiri sebuah mobil jenis APV yang diduga berpenumpang enam orang melakukan pencegatan.

Enam orang pelaku itu dalam berbicara berlagat Jawa Tengah. Pelaku menyuruh sopir dan kernet turun dan diikat dengan lakban. Camat Selogiri, Bambang Haryanto meminta Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi (Dishubinfokom) Wonogiri memasang lampu penerangan jalan untuk mengurangi angka tindak kriminalitas.

“Sudah ada tiga hingga empat kejadian tindak kriminalitas di ruas Jalan Krisak-Pule. Situasi lingkungan memungkinkan terjadi tindak kriminalitas karena sepi dan gelap. Kami sudah meminta dinas terkait memberikan lampu penerangan jalan.”

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…