Kepala Desa Sribit, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Sutaryo, saat menunjukan ruang pelayanan desa setempat yang menjadi sasaran pencurian, Minggu (23/2/2014) malam. (Ika Yuniati/JIBI/Solopos) Kepala Desa Sribit, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Sutaryo, saat menunjukan ruang pelayanan desa setempat yang menjadi sasaran pencurian, Minggu (23/2/2014) malam. (Ika Yuniati/JIBI/Solopos)
Selasa, 25 Februari 2014 04:50 WIB Ika Yuniati/JIBI/Solopos Sragen Share :

PENCURIAN SRAGEN
1 Hari, 2 Kantor Desa di Sidoharjo Dibobol Pencuri

Solopos.com, SRAGEN–Pencurian komputer dan sejumlah alat elektronik di kantor desa Kabupaten Sragen, marak. Terakhir, dua kantor desa, Tenggak dan Sribit di Kecamatan Sidoharjo, Sragen, kehilangan dua unit komputer, Minggu (23/2/2014) malam. Kerugian diperkirakan sekitar Rp6 juta per kantor.

Sebelumnya, Kantor Desa Puro, Kecamatan Karangmalang dan dua desa lainnya di Kecamatan Masaran juga sempat diatroni maling. Modus operandi pencurian hampir sama, yaitu membidik sejumlah kantor desa kosong yang tidak dijaga oleh petugas. Seperti kasus yang terjadi di Desa Sribit.

Menurut Kepala Desa Sribit, Sutaryo, aksi pencurian yang diduga dilakukan Minggu malam itu dilakukan mulus. Pasalnya, penjaga kantor desa memang tidak sedang berada di kantor. Melainkan, hanya memantau keamanan di rumahnya yang berada di samping balai desa.

Bahkan, lanjut Sutaryo, tak ada satupun warga yang melihat aksi pencurian tersebut. Padahal, kantor desanya berada tepat di pinggir jalan utama yang selalu ramai. Pasalnya, penduduk setempat sering berlalu lalang di sekitar kantor untuk mengangkut hasil panen. “Ini sedang musim panen. Banyak warga yang wira-wiri di dekat kantor. Tapi kok ya enggak ada yang tahu tentang kejadian itu ya,” tandasnya lagi.

Kapolres Sragen, AKBP Dhani Hernando, melalui Kapolsek Sidoharjo, AKP I Ketut Putra, saat dikonfirmasi melalu telepon, membenarkan kejadian itu. Dalam semalam, kawanan pencuri menggasak masing-masing dua unit komputer di Desa Sribit dan Desa Tenggak. Modus operandi pencurian hampir sama, yaitu dengan mencongkel pintu masuk tempat penyimpanan komputer. Aksi tersebut berjalan aman karena saat kejadian kantor desa setempat tidak ada yang menjaga.

Tindak kriminal yang dilakukan di dua lokasi itu, lanjut I Ketut, diduga dilakukan oleh satu kelompok dengan eksekutor lebih dari dua orang. Dengan sasaran kantor desa yang kosong tanpa penjaga.  Mengingat, pencurian serupa juga terjadi di sejumlah lokasi lainnya seperti wilayah Kecamatan Karangmalang dan Masaran. “Kami masih proses penyelidikan serta melakukan koordinasi antar Polsek,” tegasnya.

LOWONGAN PEKERJAAN
Editor Biologi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…