Mochmad Aditya Putra alias Adit AFI (Mahardini Nur Afifah/JIBI/Solopos) Mochmad Aditya Putra alias Adit AFI (Mahardini Nur Afifah/JIBI/Solopos)
Selasa, 25 Februari 2014 20:10 WIB Mahardini Nur Afifah/JIBI/Solopos Nada Share :

NEW AFI 2013
Adit Bangga Sempat Jadi Akademia

Solopos.com, SOLO — Penyelenggaraan malam Grand Final New Akademi Fantasi Indosiar (AFI) 2013 yang digelar di Ancol Beach City, Jakarta, Sabtu (22/2/2014), menjadi gelaran pamungkas ajang pencarian bakat yang telah menginjak musim ke-6. Konser penentuan jawara New AFI 2013 itu sekaligus menjadi ajang reuni bagi para akademia—sebutan bagi finalis—yang sudah angkat koper dari karantina. Tak terkecuali bagi akademia New AFI 2013 asal Soloraya, Mochmad Aditya Putra.

Langkah Adit—demikian sapaan Mochmad Aditya Putra—di ajang pencarian bakat itu harus terhenti karena tereliminasi Jumat (29/11/2014) lalu. Kepada Solopos.com, akademia yang berangkat audisi dari Jogja ini mengungkapkan kebahagiaannya bisa melepas rindu sejenak bersama teman satu karantinanya.

“Senang sekali akhirnya bisa ketemu teman-teman lagi. Tapi itu juga jadi momentum sedih karena Sabtu malam lalu jadi konser terakhir aku bareng semua akademia New AFI 2013,” kata Adit saat ditemui Solopos.com di rumahnya, Gentan, Baki, Sukoharjo, Selasa (25/2/2014).

Lelaki kelahiran 8 Juni 1993 ini mengisahkan dirinya sejak duduk di bangku SMP sudah menjajal berbagai lomba menyanyi di tingkat kota. Namun, Adit mengaku baru tergerak ikut lomba menyanyi level nasional ketika AFI yang sudah vakum selama 6 tahun bangkit kembali lewat New AFI 2013.

“Dulu aku coba-coba saja ke Jogja. Berangkat dari rumah pukul 06.30 WIB, aku baru dipanggil audisi pukul 16.30 WIB. Senang sekali waktu dinyatakan lolos. Karena hanya aku yang terpilih dari 10.000 orang yang ikut waktu itu,” kenangnya.

Meskipun puluhan trofi dan piagam menyanyi telah menghiasi kamar tidurnya, namun Adit mengungkapkan kebanggaan terbesarnya baru ia rasakan saat menjadi akademia New AFI 2013. “Ini jadi pencapaian tertinggi aku selama ini pastinya. Dari sana aku dikenal di Indonesia, sampai ada Adit Lover (sebutan bagi penggemarnya) di Twitter,” katanya.

Penggemar Beyonce dan Michael Buble ini mengungkapkan pengalaman selama hampir 2 bulan mengikuti karantina menjadi bekal berharga di panggung hiburan kelak. Adit mengaku paling terkesan dengan pelatihan koreografi dari Ari Tulang dan olah vokal dari Dody Is (arranger sekaligus basis Kahitna).

“Mas Ari ngasih bekal banyak banget. Karena aku enggak punya basic menari. Gara-gara disentil dan dijewer, sekarang aku bisa olah tubuh. Selain itu Mas Dody ngasih masukan teknik-teknik bernyanyi baru,” bebernya.

Adit berharap kehadirannya sebagai pendatang baru di pentas musik Indonesia bisa diterima penggemarnya. Selain sibuk bersolo karier, mahasiswa Semester VI Jurusan Komunikasi UMS ini juga aktif menyanyi bersama grup vokal Victory Voice.

 

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…