NASIB TENAGA HONORER
Minta Mafia PNS Diusut, Tenaga K2 Ancam Sekda

Demo tenaga honorer K2 Sragen di halaman Setda Pemkab Sragen, Selasa (25/2/2014). (Ika Yuniati/JIBI/Solopos)Demo tenaga honorer K2 Sragen di halaman Setda Pemkab Sragen, Selasa (25/2/2014). (Ika Yuniati/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SRAGEN — Para tenaga honorer kategori II (K2) di lingkungan Pemkab Sragen menduga ada mafia dalam seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari kalangan tenaga honorer K2. Mereka pun menggelar aksi unjuk rasa di halaman Setda Pemkab Sragen, Selasa (25/2/2014).

Demi menegaskan tuntutan atas pengusutan mafia itu, sekitar 10 demonstran dari puluhan tenagah honorer K2 yang berunjuk rasa itu masuk ke Aula Sukowati guna beraudiensi dengan Setda Sragen Tatag Prabawanto dan perwakilan dari BKD. Dalam pertemuan itu, kedua kubu sempat berdebat sehingga suasana pun memanas.

Para perwakilan pengunjuk rasa itu merasa tidak puas dengan jawaban Sekda maupun perwakilan BKD yang dianggap berkelit dari tuduhan adanya mafia dalam seleksi CPNS dari jalur K2 itu. Koordinator aksi, Suwarso, bahkan sempat berulang kali memotong penjelasan Sekda maupun BKD karena dianggapnya terlalu berbelit-belit tanpa kepastian yang jelas.

“Saya minta kejelasan pasti. Enggak hanya menunggu surat Menpan atau pemerintah pusat. Jenengan jangan berkelit Pak, kalau berkelit saya bisa mem-pressure,” ancam Suwarso dalam perdebatan itu.

Sekda Sragen, Tatag Prabawanto, saat dimintai konfirmasi wartawan, Selasa, menjawab diplomatis atas tuduhan adanya mafia dalam proses seleksi CPNS dari jalur K2 tersebut. Menurut dia, semua aspirasi yang disampaikan demonstran siang itu bakal diakomodasi oleh Pemkab Sragen untuk selanjutnya disampaikan ke Kemnepan-RB.

Pihaknya bakal segera berkoordinasi Kemenpan-RB untuk menindaklanjuti kasus ini. Di sisi lain, ia juga meminta para tenaga honorer K2 untuk tidak gegabah dan mau menunggu keputusan pemerintah pusat karena Pemkab tidak memiliki kewenangan apapun.

Editor: | dalam: Sragen |
Menarik Juga »