Gedung Mahkamah Konstitusi (mahkamahkonstitusi.go.id)
Selasa, 25 Februari 2014 13:29 WIB Lukmanul Hakim Daulay/JIBI/Bisnis Hukum Share :

KASUS RATU ATUT
KPK Kembali Periksa Hakim MK Terkait Sengketa Pilkada Lebak

Solopos.com, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa hakim Mahkamah Konstitusi (MK) terkait kasus dugaan suap sengketa pemilihan kepala daerah yang menjerat mantan Ketua MK Akil Mochtar. Hakim yang diperiksa adalah hakim yang berada satu panel dengan Akil, yakni Anwar Usman dan Maria Farida Indriarti.

Keduanya akan diperiksa terkait sengketa Pilkada Lebak, Banten, yang turut menyeret nama Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah (RAC). ” Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka (RAC),” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (25/2/2014).

Selain hakim, KPK juga memeriksa panitera MK, Kasianur Sidauruk, panitera pengganti definitif MK Saiful Anwar, serta seorang advokat. Seperti diketahui, di Pilkada Lebak Banten, Amir Hamzah bersama pasangannya, Kasmin (HAK), menggugat keputusan KPU ke MK atas pemenangan pasangan Iti Octavia-Ade Sumardi.

Sebelumnya, Ratu Atut disangka bersama-sama dengan adiknya, Tubagus Chaeri Wardana, melakukan suap terhadap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar, dalam penanganan sengketa Pilkada Lebak, Banten.

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…